11.3 Metode Nabi ﷺ dalam Menegakkan Islam
11.3 The Prophet’s (saw) Method of Establishing Islam
Metodologi kita untuk kebangkitan harus mengikuti teladan Nabi ﷺ; tidak ada teladan lain untuk mendirikan Negara Islam, dan lebih jauh lagi, ini termasuk perbuatan yang wajib (fardhu) sebagaimana Allah (SWT) perintahkan.
Our methodology for revival should follow the example of the Prophet (saw); no other example exists for the establishment of the Islamic State, and furthermore this is of the actions which are fard (compulsory) as Allah (swt) commands:
Maka putuskanlah perkara di antara mereka menurut apa yang telah diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. {Maka putuskanlah perkara di antara mereka menurut apa yang telah diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu} [TMQ 5:42].
“So judge between them by whatever Allah has revealed and follow not their vain desires, diverting you from the truth that has come to you.” [TMQ 5:42].
Perintah untuk memerintah atau berhukum dengan Islam diulang berkali-kali dalam Al-Qur'an dan ditunjukkan sebagai kewajiban melalui praktik Rasulullah ﷺ. Ini bukanlah perkara yang sunnah (mandub), melainkan persoalan hidup dan mati bagi umat, sebagaimana dapat terlihat dari akibat-akibat buruk yang kita alami tanpa adanya Khilafah (Negara Islam).
The command to rule or judge by Islam is repeated many times in the Qur’an and is indicated to be compulsory through the practice of the Messenger of Allah (saw). This is not a preferable (mandoub) matter but an issue of life and death for the Ummah as can be seen by the disastrous consequences we live in without the Khilafah (Islamic State).
Ringkasnya, Nabi ﷺ menempuh beberapa langkah utama untuk mendirikan Negara Islam yang pertama:
In summary the Prophet (saw) undertook several key steps to establish the first Islamic State:
Beliau ﷺ membentuk sebuah kelompok politik (para sahabat).
He (saw) formed a political group (the companions).
Para sahabatnya berbudaya tinggi dan berkembang dengan kepribadian Islam yang kuat.
His companions were well cultured and developed in a strong Islamic personality.
Mereka aktif berinteraksi dengan masyarakat, bukan secara militer, melainkan secara intelektual dan politik, untuk meruntuhkan sistem yang korup dengan membangun opini publik yang kuat bagi Islam.
They actively interacted with the society, not militarily but intellectually and politically to bring down the existing corrupt system through building a strong public opinion for Islam.
Beliau ﷺ mendatangi kabilah-kabilah dan tokoh-tokoh berpengaruh agar mereka mendukung beliau ﷺ dan kelompoknya, serta benar-benar mengalihkan kekuasaan dari sistem yang ada.
He (saw) approached the tribes and influential people in order that they support him (saw) and his group and to actually transfer power from the existing system.
Setiap upaya kebangkitan yang serius harus didasarkan pada metodologi ini; ia bersumber dari Sunnah, bukan dari akal atau khayalan manusia.
Any serious attempts at revival must be based upon this methodology; it is from the Sunnah and not from man’s mind or imagination.