5.7 Spiritual & Political
5.7 Spiritual & Political
Beberapa sistem keyakinan bersifat spiritual menurut hakikatnya. Maksudnya, keyakinan tersebut hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang Pencipta atau Pengatur alam semesta, dan hanya membahas hubungan individu dengan Pencipta tersebut. Contohnya adalah Buddhisme, di mana penekanannya diletakkan pada aspek spiritualitas, bukan pada pengaturan masyarakat dan urusan kehidupan. Dengan demikian, Buddhisme dapat disebut sebagai 'aqidah spiritual. Keyakinan lain sepenuhnya bersifat politik. Misalnya, dalam Komunisme, keberadaan Pencipta diingkari, sehingga keyakinannya tidak menimbulkan persoalan tentang hubungan individu dengan Pencipta. Namun, Komunisme mengurus urusan manusia dan menetapkan aturan tentang bagaimana mereka seharusnya mengatur kehidupan mereka, khususnya dalam aspek ekonomi. Dengan demikian, Komunisme adalah 'aqidah politik.
Some belief systems are by their nature spiritual. By this, it is meant that they relate only to the cogniscance of a creator or organiser of the universe, and they address only the relationship of individuals to that creator. An example of this is Buddhism, where emphasis is laid upon spiritualty, rather than organisation of society and lifes affairs. Thus, Buddhism can be called a spiritual ‘aqeedah. Other creeds are entirely political. For example, in Communism, the existence of a creator is denied, and its belief therefore does not raise the issue of the relationship of the individual with a creator. However, Communism addresses the affairs of human beings, and it lays down rules regarding how they should organise their lives, particularly in reference to the economic aspect. Thus, Communism is a political ‘aqeedah.
Namun, akidah Islam berbeda. Akidah ini mewajibkan kita untuk beriman kepada Allah (swt) dan meneladani contoh Muhammad ﷺ, utusan terakhir dan penutup yang diutus kepada seluruh umat manusia. Selain itu, dari sumber-sumber syariat, yakni Al-Qur'an dan Sunnah, bersumber seluruh hukum dan kaidah yang dibutuhkan umat manusia untuk mengatur kehidupan pribadi dan masyarakat. Dengan demikian, akidah Islam unik dibandingkan keyakinan lain karena merupakan akidah yang bersifat spiritual sekaligus politik.
The Islamic ‘aqeedah, however, is different. It obliges us to believe in Allah (swt) and to follow the example of Muhammad (saw), the last and final Messenger sent to mankind. Also, from the sources of Shari‘ah, the Qur’an and the Sunnah, emanate all the laws and rules that humanity needs to organise individual and societal life. In this way, the Islamic creed is unique from other beliefs in that it is a spiritual and political ‘aqeedah.
Hukum-hukum dan sistem kehidupan Islam berlaku untuk segala zaman dan tempat. Hukum-hukum itu tidak boleh dipandang sebagai aturan abstrak dan teoretis. Sebaliknya, hukum-hukum tersebut harus diterapkan di tengah masyarakat manusia. Allah (SWT) berfirman,
The laws and systems of life of Islam are applicable for all times and places. They are not to be viewed as abstract, theoretical rules. Rather, they have to be implemented in society over mankind. Allah (swt) says,.
"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar agama itu dimenangkan-Nya atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik membencinya." [TMQ 9:33]
“It is He who has sent the Messenger with the guidance and the deen of truth, so that it may prevail over all other deens, even if the idolaters detest it.” [TMQ 9:33].
Allah (SWT) telah memerintahkan kita untuk berhukum dan memutuskan perkara hanya dengan Islam. Sesungguhnya Syari'ah itu menyeluruh, mengatur setiap aspek kehidupan. Tidak ada jalan bagi kaum Muslimin untuk merujuk kepada hukum-hukum orang kafir dalam mencari solusi. Begitu pula, orang-orang kafirlah yang dengan bimbingan tangan mereka Negara Islam dihancurkan pada tahun 1924. Pemerintah Inggrislah yang bertanggung jawab atas diserahkannya sebagian wilayah Kashmir kepada kaum Hindu India pada tahun 1947. Kita tidak boleh lupa akan persekongkolan 'Lord' Mountbatten dalam membiarkan kaum kafir mendominasi kaum Muslimin di India. Dan kita tidak boleh lupa bahwa pemerintah Inggrislah yang mengizinkan orang-orang Yahudi masuk ke Palestina pada tahun 1920-an dan 1930-an, yang mengakibatkan tertumpahnya darah kaum Muslimin dan lahirnya negara Zionis Israel. Tidak ada jalan bagi kaum Muslimin untuk menjadi bagian dari, atau merujuk kepada, lembaga-lembaga kekufuran seperti parlemen, Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau Masyarakat Eropa. Allah (SWT) berfirman,
Allah (swt) has ordered us to rule and judge by nothing but Islam. Indeed the Shari‘ah is comprehensive, dealing with every aspect of life. There is no way for Muslims to refer to the laws of the kuffar for solutions. As well, it is the kuffar by the guidance of whose hands the Islamic State was destroyed in 1924. It is the British government who is responsible for giving part of Kashmir to the Indian Hindus in 1947. We should not fail to remember the conniving deal of ‘Lord’ Mountbatten in allowing the kuffar domination over Muslims in India. And we should not forget that it was the British government that allowed the Jews into Palestine in the 1920s and 30s, resulting in Muslim bloodshed and the creation of the Zionist state of Israel. There is no way for Muslims to be part of, or refer to the institutions of kufr like parliament, United Nations or European Community. Allah (swt) says,.
"Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir." [TMQ 5:44].
“Whosoever judges by other than what Allah has revealed, such are the disbelievers.” [TMQ 5:44].
"Tidaklah pantas bagi seorang mukmin, laki-laki maupun perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata." [QS. Al-Ahzab: 36].
“It is not fitting for a believer, man or woman, that when a matter has been decided by Allah and His Messenger to have any opinion about the decision. If anyone disobeys Allah and His Messenger, he is indeed on a clearly wrong path.” [TMQ 33:36].
"Sekali-kali Allah tidak akan memberi jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman." [TMQ 4:141].
“Never will Allah allow for the disbelievers to have authority over the believers.” [TMQ 4:141].
"Lalu apakah kalian beriman kepada sebagian dari Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Maka tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian, selain kehinaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka akan dikembalikan kepada siksa yang sangat berat." [QS. Al-Baqarah: 85]
“Then is it only part of the Book that you believe in and do you reject the rest? But what is the reward for those among you who behave like this, but disgrace in this life, and a grievous punishment in the Hereafter” [TMQ 2:85].
Dunia sekali lagi membutuhkan sistem kehidupan Islam, yaitu sistem ekonomi, sosial, pemerintahan, peradilan, dan pendidikan, untuk kembali tegak melalui pendirian Khilafah. Keyakinan kufur Kapitalisme, Sosialisme, Demokrasi, dan Nasionalisme telah gagal. Sistem Khilafah diterapkan sejak wafatnya Muhammad ﷺ hingga tanggal 3 Maret 1924.
The world once again needs the Islamic systems of life, economic, social, ruling, judicial and education to return again via the establishment of the Khilafah. Kufr beliefs of Capitalism, Socialism, Democracy and Nationalism have failed. The Khilafah system was implemented from the time of the death of Muhammad (saw) until the 3rd of March 1924.
Itu adalah kelanjutan dari aturan Islam yang ditunjukkan kepada kita oleh Nabi ﷺ, dan itulah satu-satunya sistem kehidupan yang secara efektif memecahkan persoalan manusia, baik Muslim maupun non-Muslim, melalui hukum, perintah, dan larangan Allah (SWT). Era gemilang sistem pemerintahan Khilafah menyaksikan Islam menyebar ke banyak negeri dan bangsa. Kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, yang jauh melampaui Zaman Kegelapan di Eropa, dicapai di bawah Khilafah. Persoalan seperti rasisme, fanatisme kesukuan, eksploitasi ekonomi, dan korupsi, yang menghantui dunia Barat dan negara-negara Muslim yang tidak sah, dapat dihapuskan. Muslim dan non-Muslim hidup di bawah Negara sebagai warga negara dengan hak dan kewajiban yang pasti, jelas, dan tidak dapat dicabut. Namun, buah manis Khilafah hanyalah peninggalan masa lampau yang gemilang. Hanya dengan didirikannya kembali entitas semacam itu, yang merupakan perintah ilahi, umat Muslim dan kemudian seluruh umat manusia akan dapat bangkit dari kedalaman jurang gelap tempat mereka kini berada. At-Tirmidzi meriwayatkan sabda Nabi Muhammad ﷺ berikut ini,
It was a continuation of the rule by Islam which was showed to us by the Prophet (saw) and it was the only system of life that effectively solved human problems, Muslim and non-Muslim, by the laws, commandments and prohibitions of Allah (swt). The glorious era of the Khilafah ruling system saw Islam spread to many lands and peoples. Advances in science and technology, light years ahead of the Dark Ages of Europe were achieved under the Khilafah. Issues like racism, tribalism, economic exploitation and corruption, which haunt the Western world and the illegitimate Muslim countries were eradicated. Muslim and non-Muslim lived under the State as citizens with definite, defined and inalienable rights and duties. However, the sweet fruits of the Khilafah are but glorious remnants of the past. Only by the reestablishment of such an entity, which is a divine commandment, will the Muslim Ummah and then the whole of humanity elevate themselves from the depths of the dark abyss it now finds itself in. Al-Tirmidhi narrates the following saying of Prophet Muhammad (saw),.
"Kenabian akan ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Dia akan menghapusnya jika Dia menghendaki. Kemudian akan berlaku Khilafah yang mengikuti model kenabian selama Allah menghendaki, kemudian Dia akan menghapusnya jika Dia menghendaki. Kemudian akan ada kekuasaan yang mendukung selama Allah menghendaki, kemudian Dia akan menghapusnya jika Dia menghendaki. Kemudian akan ada kekuasaan yang tegas selama Allah menghendaki, kemudian Dia akan menghapusnya jika Dia menghendaki. Kemudian akan berlaku Khilafah yang mendapat petunjuk di jalan kenabian," lalu beliau diam.
“The Prophethood will be among you as long as Allah wills, then He will eliminate it if He so wills. Then a Khilafah on the model of Prophethood will prevail so long as Allah wills, Then He will eliminate it if He so wills. Then there will be a supportive rule as long as Allah wills, then He will eliminate it if He so wills. Then there will be an assertive rule as long as Allah wills, then He will eliminate it if He so wills. Then a Rightly Guided Khilafah on the way of Prophethood will prevail,” and He kept silent.
Dalam bagian berikut ini, insya Allah, kami akan memaparkan beberapa perincian dari sistem Islam ini yang telah lama terlupakan. Pengetahuan tentang hal-hal ini sangat penting, sebab hanya ketika umat Islam menyadari keindahan agama ini dan kewajiban mereka untuk berupaya menerapkannya secara utuh, barulah umat dapat berharap untuk kembali menegakkannya.
In the following section we will outline, inshallah some of the long forgotten details of this system of Islam. Knowledge of these things is of vital importance, as it is only when the Muslim Ummah become aware of the beauty of this deen and their obligation to strive towards implementing it in its entirety, that she can ever hope to resume it once more.