6.4 Asisten Delegasi dan Asisten Eksekutif bagi Khalifah
6.4 The Delegated and Executive Assistants to the Khaleefah
Proses Bay'ah
The Process of Bay‘ah
Metode pengangkatan Khalifah adalah melalui proses bay‘ah. Kekuasaan untuk memerintah dengan Islam diberikan oleh Ummah kepada Khalifah. Kedaulatan berada di tangan Ummah, dan Ummah menunjuk Khalifah sebagai wakilnya untuk menerapkan Syari‘ah. Hal ini dilakukan melalui sebuah kontrak antara Khalifah dan Ummah. Ummah wajib taat selama Khalifah menerapkan Islam kepada mereka.
The method of installing the Khaleefah is through the process of bay‘ah. The power to rule by Islam is given by the Ummah to the Khaleefah. Authority belongs to the Ummah and it deputises the Khaleefah to enact the Shari‘ah. This is done through a contract between the Khaleefah and the Ummah. The Ummah must obey as long as the Khaleefah implements Islam on them.
Proses bay‘ah dapat terjadi setelah pemungutan suara umum yang dilakukan oleh seluruh kaum Muslim di Negara Islam, atau dapat terjadi setelah pemungutan suara di antara ahl al-hall wal-‘aqd (orang-orang yang memiliki pengaruh dan kewenangan). Pemungutan suara hanyalah sarana untuk menentukan pilihan Ummah, dan ia tidak menggantikan bay‘ah. Non-Muslim, anak-anak, dan kaum Muslim yang bertempat tinggal di luar Negara tidak memiliki hak untuk memberikan suara. Jika seluruh kaum Muslim di Negara Islam ikut memberikan suara, maka bay‘ah al-in‘iqad (baiat pengangkatan, yang dengannya ia menjadi Khalifah) diberikan kepada orang yang terpilih. Namun, jika pemungutan suara dilakukan melalui perwakilan, maka bay‘ah al-in‘iqad lebih dahulu diberikan oleh para wakil, kemudian bay‘ah al-ta‘at (baiat ketaatan) kedua diberikan oleh Ummah kepada orang yang terpilih. Diamnya Ummah terhadap Khalifah yang terpilih dapat dianggap sebagai bay‘ah ketaatan. Melalui proses bay‘ah inilah seseorang memperoleh kedudukannya sebagai Khalifah. Calon-calon untuk jabatan Khalifah dapat, selain melalui pencalonan diri sendiri, dipilih oleh Majlis al-Ummah. Dari calon-calon inilah Ummah memilih untuk dirinya seorang penguasa.