6.8 Peradilan
6.8 The Judiciary
Majlis al-Ummah (Dewan Umat)
Majlis al-Ummah (Council of the Ummah)
Majlis al-Ummah merupakan bagian dari struktur pemerintahan Islam. Majelis ini menangani perkara-perkara yang mubah dan tidak memerlukan seorang ahli untuk sampai pada kesimpulan yang benar. Keputusan Majlis al-Ummah ini disebut 'mashura'. Pendapat mayoritas adalah pendapat yang mengikat dalam hal ini, karena dalam perkara-perkara mubah tidak ada ketetapan benar atau salah. Oleh karena itu, Khalifah wajib menjalankan pendapat-pendapat Majlis al-Ummah, selama pendapat tersebut berada dalam wilayah hukum yang menjadi ranah pendapat Majlis al-Ummah. Hal ini diperkuat oleh hadits Nabi ﷺ: "Jika kalian berdua (merujuk kepada 'Umar dan Abu Bakr) sepakat atas suatu mashura, aku tidak akan menentangnya.."
The Majlis al-Ummah is part of the ruling structure of Islam. It deals with matters which are mubah and do not require an expert to arrive at the correct conclusion. These decisions of the Majlis al-Ummah are termed as ‘mashura’. The majority’s opinion is the binding opinion, in this case, since there is no set right or wrong in the mubah matters. The Khaleefah is therefore obliged to uphold the opinions of the Majlis al- Ummah, as long as the opinions are in the legal area of opinion for the Majlis al-Ummah. This is substantiated by the hadith of the Prophet (saw) : “If both of you (referring to ‘Umar and Abu Bakr) agree on a mashura, I would not go against it..”.
Struktur dan Fungsi Majlis al-Ummah
Structure and Functionality of Majlis al-Ummah
Orang-orang yang mewakili kaum Muslim dalam menyampaikan pendapat mereka kepada kepala Negara disebut sebagai anggota Majlis al-Ummah. Diperbolehkan bagi non-Muslim untuk hadir dalam sesi-sesi tertentu dari Majlis tersebut, dengan tujuan menyampaikan pengaduan atas kezaliman yang dilakukan oleh aparat pemerintahan atau untuk mengadukan berbagai masalah yang mereka hadapi berkenaan dengan penerapan Islam atas mereka.
The persons who represent the Muslims in voicing their opinions to the head of the State are called to the Majlis al-Ummah. It is allowed for the non-Muslims to be in certain sessions of the Majlis, for the purpose of presenting complaints about oppression by the hand of the ruling apparatus or to complain about any problems, which they encounter with regards to the implementation of Islam upon them.
Anggota Majlis al-Ummah dipilih oleh rakyat, dan tidak ada perbedaan jenis kelamin dalam hal siapa yang dapat menjadi anggota. Selama calon memiliki kewarganegaraan, berakal sehat, dan telah mencapai usia baligh, maka ia memenuhi syarat.
The members of the Majlis al-Ummah are elected by the people, and there is no gender distinction in who can be a member. As long as the candidate carries the citizenship, is sane and is in his/her post-puberty years, then he or she qualifies.
Mengenai struktur Majlis al-Ummah, dapat terdapat dua komite utama. Satu untuk mengawasi pemerintah pusat dan satu untuk pemerintah provinsi. Di dalam komite-komite utama ini terdapat subkomite-subkomite yang ditugaskan tugas-tugas tertentu sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.
Pertaining to the structure of the Majlis al-Ummah, there can be two main committees. One to oversee the central government and one for the provincial government. Within these main committees exist subcommittees which are assigned specific tasks based on the ability of the individuals.
Pemeriksaan dan Keseimbangan
Checks and Balances
Hakikat Islam adalah menjaga keadilan dan keharmonisan masyarakat, serta mencabut dan menghapus penindasan yang bersifat institusional apabila hal itu muncul. Kedaulatan berada pada sumber-sumber hukum Islam, dan tujuan sumber-sumber hukum Islam adalah menjamin dan menegakkan cita-cita kemasyarakatan, sembari memenuhi kebutuhan individu setiap manusia dalam masyarakat. Islam memberikan wewenang kepada rakyat untuk menerapkan hukum-hukum Syari'ah, dengan tujuan agar maksud dan sasaran tersebut dapat terpelihara. Rakyat pada gilirannya mengangkat satu orang (Khalifah) untuk memerintah mereka dengan Islam, dan mereka diperbolehkan menggunakan kekuatan untuk memberhentikan Khalifah, apabila ia jelas-jelas menyimpang dari Syari'ah.
The nature of Islam is to preserve justice and societal harmony, and to uproot and eliminate institutional oppression if and when it presents itself. Sovereignty belongs to Islam’s legislative sources, and the aim of Islam’s legislative sources is to secure and uphold the societal ideals, while satisfying the individual needs of each human being in the society. Islam granted the people the authority to implement the Shari‘ah rules whereby these aims and objectives would be maintained. The people in turn appoint one person (The Khaleefah) to rule them by Islam, and they are permitted to use force to remove the Khaleefah, in case he clearly went against the Shari‘ah.
Salah satu cabang dari sistem peradilan disebut Mahkamat al Madhaalim (Mahkamah Pengaduan Kezaliman). Peran atau fungsi utama cabang peradilan ini adalah menyelesaikan sengketa antara rakyat dengan Khalifah. Putusan atau keputusan seorang hakim di cabang peradilan ini tidak boleh ditangguhkan, melainkan harus dilaksanakan, bahkan jika putusan itu berisi pemberhentian Khalifah sendiri, atau siapa pun yang telah ia tunjuk sebagai wakilnya. Kegagalan melaksanakan putusan atau keputusan seorang hakim di Mahkamat al Madhaalim memberikan izin kepada rakyat untuk memberhentikan Khalifah, bahkan dengan kekerasan jika diperlukan.
One of the branches of the judicial system is called Mahkamat al Madhaalim (Court of Unjust Acts). The primary role or function of this judicial branch is to settle disputes between the people and the Khaleefah. The order or finding of a judge in the judicial branch cannot be stayed, but rather it must be implemented, even if the order was to remove the Khaleefah himself, or anyone that he has deputised. Failure to implement the order or finding of a judge in Mahkamat al Madhaalim, provides a license to the people to remove the Khaleefah, even by force if necessary.
Salah satu fungsi Majlis al-Ummah adalah menyediakan wadah bagi rakyat untuk menyampaikan kepuasan, ketidakpuasan, dan keluhan mereka kepada pemerintah. Mahkamah Mazhalim akan menerima pengaduan dari Majlis al-Ummah, atau individu di dalam Negara dapat mengajukan pengaduannya langsung kepada Mahkamah Mazhalim. Setiap orang tunduk kepada sumber-sumber hukum Islam, dan oleh karena itu tidak ada kelas elit dalam masyarakat Islam. Siapa pun yang berada di bawah yurisdiksi Negara Islam, baik Muslim maupun non-Muslim, harus dilindungi haknya. Dengan demikian, metode Islam dalam menjaga keadilan dan keharmonisan sosial, serta mencabut dan menghapus kezaliman, adalah realistis dan praktis.