11. Jalan Menuju Kebangkitan
11. The Way to Revival
Tidak ada yang lebih penting dalam hidup bagi seorang Mu'min (orang beriman) selain mencari keridhaan Sang Pencipta (SWT). Dialah yang menciptakan manusia dari ketiadaan, dan Dialah yang berhak atas penghormatan dan ibadah tertinggi dalam setiap perbuatan kita. Sebagaimana Allah (SWT) perintahkan:
Nothing in life is of greater importance to the Mu‘min (believer) than to seek the pleasure of the Creator (swt). It is He that created man from nothing and He that commands the utmost respect and worship in all our actions. As Allah (swt) commanded:
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." [QS 51:56]. Allah (SWT) tidak hanya menciptakan manusia, tetapi juga menanamkan dalam diri kita kemampuan untuk berpikir dan menanggapi naluri kita. Kita memiliki pilihan untuk berbuat benar atau salah, untuk mengikuti petunjuk Yang Mahatinggi atau terjerumus dalam kebatilan, dengan kriteria yang sepenuhnya ditetapkan oleh Allah (SWT): "Ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan." [QS 33:2]. dan,
“I have not created jinn and man except to worship Me.” [TMQ 51:56]. Allah (swt) not only created man, but also made within us the capacity to think and respond to our instincts. We have the choice of doing right or wrong, of following the Supreme’s guidance or descending into falsehood, the criterion solely defined by Allah (swt): “Follow what is revealed to you from your Lord. And Allah is aware of all things you do” [TMQ 33:2]. and,.
“Kemudian Kami jadikan engkau berada di atas suatu syariat (jalan) dari urusan ini, maka ikutilah syariat itu dan janganlah mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” [TMQ 45:18].
“Then We set you upon a way (Shari‘ah) by which your purpose will be fulfilled: so follow this way and not the whims of those who have no knowledge.” [TMQ 45:18].
Mengikuti dan menerapkan Syariat ini secara utuh merupakan tantangan terbesar yang dihadapi kaum Muslimin di masa kini. Sesungguhnya, tanpa penerapan Islam dalam seluruh urusan kehidupan, kita tidak bisa mengatakan bahwa kita hidup dengan Islam. Kepalsuan korupsi yang ditandai oleh sistem-sistem kekufuran yang diterapkan di seluruh dunia Islam harus dihentikan agar kita dapat mencapai tujuan mulia ini. Namun selama umat Islam tetap ....
The following of and full implementation of this Shari‘ah is the greatest challenge facing the Muslims of today, indeed without this application of Islam to all of lifes affairs, we cannot say we are living by Islam. The sham of corruption characterised by the systems of disbelief which are implemented throughout the Muslim world must come to an end for us to achieve this noble goal. But as long as the Muslim Ummah stays.
(swt) yang telah dianugerahkan kepada Ummat. Dan selama Muslim yang tulus dan aktif membuang-buang waktu pada persoalan sampingan, hanya terlibat dalam hal-hal seperti amal, kesejahteraan, pendidikan, penyediaan layanan kesehatan, atau bahkan perjuangan militer individu sebagai solusi bagi persoalan politik kita, maka kita akan menunda tercapainya tujuan politik utama kita, yaitu pendirian kembali Khilafah, yang menjamin penerapan Syari‘ah secara menyeluruh.
(swt) granted to the Ummah. And as long as the sincere, active Muslims waste their time on side issues, solely involving themselves with such things as acts of charity, welfare, education, healthcare provision or even the individual military struggle as the solution to our political problems then we will delay the achievement of our key political goal - the re-establishment of the Khilafah, which ensures the full implementation of the Shari‘ah.