8.4 Ringkasan Sistem Sosial dalam Islam
8.4 Summary Social System in Islam
Di dunia yang disebut 'beradab', peran laki-laki dan perempuan ditentukan oleh konsep kebebasan. Meskipun banyak orang menganggap hal ini sebagai satu-satunya cara yang adil, bukti nyata keberhasilannya dapat dilihat dalam masyarakat secara luas.
In the so-called ‘civilised world’, the roles of men and women are defined by the concept of freedom. While this is held by many to be the only just way, the real proof of its success can be seen in the society at large.
Masyarakat menekan perempuan untuk menyesuaikan diri dengan peran-peran tertentu, yang pada hakikatnya merusak kehormatan dan martabat mereka; namun mereka tetap menganggap diri mereka telah merdeka. "Mode" menuntut mereka untuk membuka pakaian agar dianggap berpenampilan layak. Tubuh mereka dijadikan komoditas untuk menjual mobil dan batang cokelat. Pornografi umumnya dipandang sebagai hak, bukan sebagai eksploitasi. Perempuan mendapati diri mereka bersaing dengan laki-laki, dan berjuang untuk memenuhi peran yang sama.
Society pressures women to conform to certain roles, which by their nature destroy their honour and dignity; yet still they believe themselves to be liberated. ‘Fashion’ dictates that they must undress themselves to be acceptably attired. Their bodies are used like commodities to sell cars and chocolate bars. Pornography is commonly seen as a right, rather than exploitation. Women find themselves competing with men, and struggling to fulfil the same roles.
Suasana kebebasan seksual juga memiliki konsekuensinya. Pemerkosaan, aborsi, dan prostitusi menjadi peristiwa sehari-hari dalam pemberitaan. Perzinaan, seks sebelum menikah, dan homoseksualitas dianggap sepenuhnya dapat diterima, sementara mereka yang menolaknya dipandang sebagai orang yang 'terbelakang.' Puluhan ribu perempuan terpaksa membesarkan anak sendirian, sambil pada saat yang sama khawatir tentang bagaimana menafkahi diri mereka sendiri.
The air of sexual freedom, too has its consequences. Rape, abortion, and prostitution are everyday occurrences in the news. Adultery, sex before marriage and homosexuality are perfectly acceptable, while those who reject them are seen as ‘backward.’ Tens of thousands of women are forced to bring up children on their own, while at the same time worrying about how to provide for themselves.
Dalam kenyataannya, gagasan tentang 'kebebasan' digantikan dengan 'ketidakbertanggungjawaban.' Akibatnya sangat menghancurkan.
In reality, the idea of ‘freedom’ is replaced by ‘irresponsibility.’ The effects are disastrous.
Islam tidak membiarkan laki-laki dan perempuan bebas untuk saling mendominasi atau menyalahgunakan satu sama lain. Menurut fitrahnya, laki-laki dan perempuan memang berbeda, dan keduanya jelas memiliki peran yang berbeda dalam kehidupan. Peran-peran ini ditetapkan oleh Dzat yang satu-satunya mampu melakukannya, yaitu Allah (SWT) yang menciptakan laki-laki dan perempuan.
Islam does not leave men and women free to dominate or abuse each other. By their nature, men and women are different, and they obviously have different roles to play in life. These roles are defined by the only one capable of doing so, Allah (swt) who created men and women.
Islam memberikan kehormatan, martabat, dan perlindungan kepada perempuan. Perempuan Muslimah tidak pernah harus berjuang untuk hak-haknya; hak-hak tersebut dijamin oleh keyakinan mereka. Mereka juga tidak perlu bersaing dengan laki-laki. Sebaliknya, hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan satu sama lain saling melengkapi dengan sempurna. Hubungan mereka diatur melalui pernikahan, tanggung jawab, dan struktur keluarga yang stabil, di mana laki-laki adalah pencari nafkah dan pelindung.
Islam gives women honour, dignity and protection. Muslim women never had to fight for their rights - these are guaranteed by their belief. Nor do they have to compete with men. Instead, the rights and duties of men and women to each other complement them perfectly. Relationships are regulated by marriage, responsibility and a stable family structure, where the men are the providers and protectors.
Bahkan sebuah kajian singkat akan menunjukkan bagaimana Sistem Sosial Islam memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki suasana martabat dan saling menghargai antara kedua jenis kelamin, di mana kehidupan laki-laki dan perempuan diatur dalam harmoni yang indah.
Even a brief study will show you how the Social System of Islam ensures that the whole society has an atmosphere of dignity and mutual appreciation between the sexes, where the lives of men and women are regulated in a beautiful harmony.