25.3 Hubungan Mata Uang-Moneter Antarnegara
25.3 Currency-Monetary Relations Between Countries
Perdagangan luar negeri menciptakan hubungan moneter antarnegara, karena suatu negara harus membayar harga komoditas dengan mata uang negara yang darinya ia melakukan impor, atau dengan mata uang yang dapat diterima oleh negara tersebut.
Foreign trade generates a monetary relationship between countries, because a country would have to pay the price of commodities with the currency of the country she had imported from, or with a currency acceptable to that country.
Sebuah negara juga harus menerima pembayaran atas komoditas yang dijualnya, baik dalam mata uangnya sendiri maupun dalam mata uang yang dipilihnya. Inilah yang menimbulkan hubungan moneter antara berbagai negara.
A country would also have to receive payment for commodities she sells in her own currency or in the currency of her choice. This is what generates a monetary relationship between various countries.
Ada juga pertukaran komoditas atau ekspor dan impor yang tampak. Selain itu, ada pertukaran jasa, yang dikenal sebagai ekspor dan impor tak tampak; ini mencakup semua jenis transportasi, seperti pengangkutan barang dan penumpang, pengiriman internasional dan pengangkutan udara, biaya pos, biaya telegraf dan telepon internasional, semua jenis layanan komersial, serta semua komisi dan biaya perantara, dan juga semua layanan yang terkait dengan industri pariwisata. Ketika seorang turis mengunjungi negara asing dan membelanjakan sebagian penghasilannya di sana, ia juga membawa sebagian hartanya. Namun, ia akan membawa dari negaranya sesuatu yang memungkinkannya membelanjakan di negara yang dikunjunginya, baik melalui pengaturan sebelumnya untuk membelanjakan sejumlah mata uang tertentu dari negara tersebut, yang negaranya akan menanggung dengan mata uangnya sendiri, atau melalui pengaturan untuk membelanjakan sejumlah mata uang yang diterima oleh negara tersebut, dengan syarat mata uang tersebut tersedia di negaranya.
There is also the exchange of commodities or visible imports and exports. Additionally there is the exchange of services or what are known as invisible imports and exports, these include all types of transport, such as cargo and passenger transport, international shipping and air freight, postal charges, international telegraphic and telephone costs, all types of commercial services, and all the commissions and brokerage charges, as well as all services related to the tourist industry. When a tourist visits a foreign country, and spends some of his income there, He would also be taking some of his property with him. He would however, be taking from his country that which would enable Him to spend in the country He is visiting, either by way of a prior arrangement to spend a specific amount of that country’s currency, which his country would undertake to cover with her own currency, or an arrangement to spend a sum of a currency that is acceptable to that country, subject to the availability of such a currency in his country.
Untuk membayar biaya impor, kita dapat menawarkan mata uang lokal kita untuk membeli mata uang asing, atau komoditas dapat ditawarkan di negara-negara asing untuk memperoleh mata uang mereka. Oleh karena itu, perolehan mata uang asing sangat penting bagi Negara untuk menjalin hubungan perdagangan, atau hubungan ekonomi, dengan negara-negara lain.
In order to pay for the cost of imports, we may either offer our local currency in order to buy foreign currency, or commodities may be offered in foreign countries in order to obtain their currencies. The acquisition of foreign currency is therefore essential for the State in order to generate trade relationships, or economic relationships with other countries.
Namun, mata uang negara tidak boleh dibahayakan dengan membuatnya rentan terhadap ketidakstabilan, atau dengan merusak kredibilitasnya, hanya demi membangun perdagangan atau hubungan ekonomi. Sebaliknya, penguasaan kita atas hubungan ekonomi luar negeri, baik berupa hubungan perdagangan maupun lainnya, hendaknya menjadi salah satu landasan dari hubungan moneter ini. Hal ini akan memudahkan terjaganya mata uang negara sekaligus memungkinkan kita memperoleh mata uang asing yang dibutuhkan. Untuk membantu terwujudnya kebijakan semacam itu, negara hendaknya menghindari pengambilan pinjaman, baik jangka pendek maupun jangka panjang, karena hal tersebut termasuk perkara yang menyebabkan ketidakstabilan pasar mata uangnya dan dapat menurunkan nilai mata uangnya.
However, the state’s currency should not be jeopardised by making it susceptible to instability, or by undermining its credibility, just for the sake of establishing trade or economic relationships. Rather our control over foreign economic relationships, whether these were trade relationships or otherwise, should be one of the fundamentals of these monetary relationships. This would facilitate the preservation of the state’s currency and, at the same time, our acquisition of the foreign currencies that are needed. In order to help achieve such a policy, the State ought to avoid taking up short or long term loans, for these would be one of the matters that cause instability in it’s currency market and may decrease the value of it’s currency.