2.8 Petunjuk dan Kesesatan
2.8 Guidance And Misguidance
Hudā [petunjuk] secara bahasa berarti keteguhan dalam berperilaku [rashad] dan menunjukkan jalan [dalālah]. Dikatakan, ‘dia memberinya petunjuk kepada agama’, yakni dia menuntunnya kepada petunjuk; ‘aku menunjukkan jalan dan rumah kepadanya’ [maksudnya memberitahukannya]. Kesesatan [dhalāl] adalah lawan dari kebenaran arah [rashad]. Hidāyah, dalam makna syar‘i, adalah diberi petunjuk kepada Islam dan memiliki iman di dalamnya; dhalāl, dalam makna syar‘i, adalah penyimpangan dari Islam, sebagaimana sabda Nabi ﷺ,
Hudā [guidance] linguistically means integrity of conduct [rashad] and showing the way [dalālah]. It is said, ‘he guided him to the deen’, meaning he led him to guidance; ‘I showed him the way and the home’ [meaning to inform him]. Abberance [Dhalāl] is the opposite of consciousness [rashad]. Hidāyah, in its shar’i meaning, is to be guided to Islam and to have imān in it; dhalāl, in its shar’i meaning, is the deviation from Islam, as in the saying of the Prophet PBUH,
"Umatku tidak akan berkumpul di atas kesesatan," [Ahmad]