53. Laporan Individu (Khabar Al-Aahaad)
53. The Individuals Report (khabar Al Aahaad)
Khabar ahad adalah riwayat yang diriwayatkan oleh sejumlah orang yang tidak mencapai derajat tawatur pada tiga masa (masa Sahabat, masa Tabi'in, dan masa Tabi'ut Tabi'in), dan tidak memperhitungkan apa yang datang sesudah mereka. Ia menunjukkan kemungkinan terbesar, bukan kepastian. Para ulama berhukum dengannya dalam berijtihad sebagaimana mereka berhukum dengan hadis mutawatir dan hadis masyhur. Kajian tentang khabar ahad termasuk di antara masalah ushul yang paling penting, karena ia menjadi dasar bagi sebagian besar hukum-hukum, mengingat sedikitnya Sunnah yang mutawatir. Khabar ahad wajib dijadikan dasar amal apabila memenuhi dua syarat: syarat periwayatan (riwayah) dan pengetahuan tentang isinya (dirayah). Rasulullah ﷺ biasa mengutus individu-individu dari kalangan para sahabat ke berbagai negeri untuk menyeru kepada Islam, mengajarkan hukum-hukum, dan menyampaikan hadis-hadis, sebagaimana beliau mengutus Mu'adz ke Yaman. Seandainya tidak wajib bagi kaum Muslimin untuk beramal sesuai khabar ahad, niscaya Rasulullah ﷺ tidak akan merasa cukup dengan mengutus individu-individu dari kalangan Sahabat, melainkan akan mengutus kelompok-kelompok.
The individuals report is what was narrated by a number which does not reach the extent of the tawaator in the three eras (Al Sahaabah, Al Taabi'ine, and Taabi'y Al Taabi'ine), and no consideration to what came after them. It denotes the most probability, not the certainty. The verdicts base on it in their derivation as they base on the mutawaatir Hadeeth and on the mashhour Hadeeth. The research of khabar Al Aahaad is from among the most important usoul issues, because it is the basis of most of the verdicts for the fewness of the mutawaatir Sunnah. Khabar Al Aahaad must be taken as basis for the actions when it fulfills both: the conditions of the transmission (riwayah) and the knowledge of its content (dirayah). The Messenger (SAW) used to send individuals from the sahabah to the countries to call to Islam, teach the verdicts, and narrated the ahaadeeth, the way He sent Muazth to Yemen. So had it not been a must for the Muslims to act according to khabar Al Aahaad; the Messenger (SAW) would not be satisfied by sending individuals from among the Sahabah, but he would then send groups.
Para Sahabat menyepakati untuk bertindak sesuai dengan khabar Al-Aahaad, dan hal itu telah diriwayatkan dari berbagai keadaan yang tak terhitung jumlahnya yang mendukung tindakan mereka sesuai dengan laporan individu, serta kewajiban untuk mengamalkannya. Ibnu Majah meriwayatkan dalam kitab Sunan-nya bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq bertindak sesuai dengan laporan Al-Mughirah dan Muhammad bin Maslamah mengenai warisan nenek, bahwa Nabi ﷺ memberinya seperenam. Dan dari hal itu adalah apa yang diriwayatkan Al-Bukhari, bahwa Umar bin Al-Khaththab bertindak sesuai dengan khabar Abdurrahman bin Auf dalam mengambil jizyah dari kaum Majusi, berdasarkan sabda beliau ﷺ: "Perlakukanlah mereka sebagaimana kalian memperlakukan Ahlul Kitab," diriwayatkan oleh Malik. Dan dari hal itu adalah tindakan Utsman dan Ali sesuai dengan laporan Furai'ah binti Malik, bahwa seorang janda yang suaminya wafat menjalani masa iddahnya di rumah suaminya, yaitu ketika ia berkata: "Aku datang kepada Nabi ﷺ meminta izin beliau tentang tempat iddah, lalu beliau ﷺ bersabda: 'Tinggallah di rumahmu hingga berakhir masa iddahmu.'" Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Malik. Dan dari hal itu adalah apa yang masyhur tentang tindakan Ali sesuai dengan laporan individu, dan ucapannya: "Ketika aku mendengar sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ, Allah memberiku manfaat darinya sebanyak yang Dia kehendaki, dan jika seseorang melaporkan kepadaku dari Rasulullah ﷺ, aku meminta ia bersumpah; jika ia bersumpah, aku pun membenarkannya," diriwayatkan oleh Ahmad.
The Sahabah consented on acting according to khabar Al Aahaad and that has been transmitted from uncounted and various situations which support their action according to the individuals report, and the obligation to act according to it. Ibn Majah narrated in his Sunnah book that Abu Bakr Al Siddiq acted according to the report of Al Mugheerah and Muhammad Ibn Maslamah in the inheritance of the grandmother that the prophet (SAW) gave her the sixth. And from that is what Al Bukhari narrated that Omar Ibn Al Khattaab acted according to the khabar of Abd Al Rahmaan Ibn Awf in taking the jizyah from the magus (magi), in His (SAW) saying: ِ Do treat them the way you treat the people of the book" Maalik narrated it. And from that is the action of Othmaan and Ali according to the report of faree'ah Bint Maalik, that the widow (whom her husband died) spends her iddah in the house of her husband, and that is when she said: I went to the Prophet (SAW) seeking His permission about the place of the iddah, then He (SAW) said "stay in your house until the end of your waiting period" Abu Dawood and Maalek narrated it. And from that is what became famous about Ali's action according to the individual report, and :saying his ُ when I used to hear a Hadeeth from the Messenger of Allah (SAW) Allah made me benefit from it as much as he wills, and if someone reported to me from the Messenger, I used to ask him to swear, if he swears I believe him" narrated by Ahmad.
Dan dari hal itu adalah apa yang diriwayatkan Al Bukhari dan Muslim bahwa Ibnu Abbas bertindak sesuai dengan riwayat Abu Sa'id Al Khudri tentang riba dalam transaksi tunai, setelah sebelumnya ia tidak menganggap adanya riba selain dalam jual beli dengan tempo. Dan dari hal itu adalah tindakan Zaid bin Tsabit sesuai dengan riwayat seorang wanita dari kalangan Anshar bahwa wanita yang sedang haid boleh mempercepat keberangkatan dalam haji tanpa tawaf wada', yaitu ia boleh kembali ke negerinya tanpa melakukan tawaf wada'. Dan dari hal itu adalah apa yang diriwayatkan Al Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, ia berkata: Aku sedang menuangkan minuman yang terbuat dari kurma (fadheekh) kepada Abu Thalhah Al Anshari, Abu Ubaidah bin Al Jarrah, dan Ubay bin Ka'b, lalu datanglah seorang lelaki kepada mereka dan berkata: "Khamar telah diharamkan." Maka Abu Thalhah berkata: "Wahai Anas, berdirilah dan pecahkanlah tempayan-tempayan ini!" Anas berkata: "Aku pun mengambil alu besar kami dan memukul tempayan-tempayan itu dengan bagian bawahnya hingga pecah." Dan dari hal itu adalah apa yang diriwayatkan Al Bukhari tentang berpalingnya penduduk Quba' dari arah kiblat berdasarkan riwayat seorang individu bahwa kiblat telah dihapus, lalu mereka berpaling menghadap ke arah Ka'bah karena riwayat tersebut. ... Banyak riwayat lain menunjukkan adanya ijma' para Sahabat atas kewajiban bertindak sesuai dengan riwayat individu.
And from that is what Al Bukhari and Muslim narrated that Ibn Abbaas acted according to the report of Abu Sa'eid Al Khudry about the riba in the cash transaction after he used not to consider any riba in other then the credited sale. And from that is the action of Zaid Ibn Thaabit according to the report of a women from the Ansaar (proponents) that the menstruous can hasten in the Hajj without the farewell walking around the Ka'bah (tawaaf al wadaa') i.e. she can return to her county without performing tawaaf al wadaa'. And from that is what Al Bukhari and Muslim narrated on the authority of Anas Ibn Maalik that he said: I was giving Abu Talha Al Ansari, Abu Obaidah Ibn Al Jarrah and Obay Ibn Ka'b drink made from (fadheekh) dates, when a man came to them and said: the intoxicant became haraam, then Abu Talha said: O Anas stand up to these jars and brake them, Anas said: I got to our large pestle (mihraas) and hit them with its bottom until they broke. And from that is what Al Bukhari narrated about the deviation of the Qibaa' people from the Qiblah according to the report of an individual that the qiblah has been abrogated, and then they turned to the Ka'bah direction for his report. … Many other reports indicate the consensus of the Sahabah on the obligation to act according to the individuals report.