27. Kedudukan Islam terhadap Budak dan Perbudakan
27. The Position Of Islam On Slaves And Slavery
Islam datang ketika perbudakan masih ada di seluruh belahan dunia, dan perbudakan merupakan sistem yang umum di setiap wilayah dunia, pada semua bangsa dan semua kaum. Tidak diketahui adanya suatu wilayah di bumi kecuali di sana budak diperjualbelikan dan orang merdeka dijadikan budak. Tidak ada riwayat tentang adanya suatu negeri tanpa perbudakan. Islam memandang bahwa masalah ini berkaitan dengan dua aspek.
Islam came while slaves existed in all areas of the world, and slavery was a system common in all areas of the world with all people and nations. It is not known of the existence of any area of the earth except that slaves were traded and free persons were enslaved. It is not related about the existence of any land without slavery. Islam viewed that this problem was related to two aspects.
Pertama, hal itu berkaitan dengan budak-budak yang dalam praktiknya telah diperbudak, dan mereka yang kedudukannya telah jatuh dari kedudukan terhormat sebagaimana orang-orang lain yang merdeka, lalu mereka dianggap sebagai barang seperti barang-barang lain yang diperjualbelikan dan ditawar-menawar. Maka perlu diatasi dengan perlakuan yang menghasilkan pembebasan para budak ini dan menjadikan mereka orang-orang yang merdeka. Adapun aspek kedua, hal itu berkaitan dengan perbudakan itu sendiri. Perlu diatasi dengan perlakuan yang membatasi perbudakan. Karena itu datanglah ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengatasi kedua aspek ini dengan perlakuan yang bermanfaat bagi umat manusia, berdasarkan kenyataan manusia dan kenyataan hubungan yang ada antara individu-individu dan bangsa-bangsanya.
Firstly, it was related to the slaves who had been enslaved in practice and those whose consideration had fallen from the upright consideration of others who were free and were considered as goods like other goods sold and bought and bargained over. So it was necessary to treat with a treatment resulting in freeing these slaves and making them free persons. As for the second aspect, it related to slavery. It is necessary to treat it with a treatment placing a limit on slavery. Hence there came ayaat and ahadith treating these two aspects with a beneficial treatment for mankind based upon the reality of mankind and the reality of the relationships existing between its individuals and nations.