20.7 Mempersiapkan Pasukan Islam
20.7 Preparing The Islamic Army
Persiapan tentara Islam diambil dari Baitul Mal, karena harta Baitul Mal dibelanjakan untuk kepentingan kaum Muslimin. Maka di antara yang dibelanjakan untuknya adalah mempersiapkan para pejuang. Oleh karena itu, wajib mengorganisasi para pejuang dalam satu tentara Islam di bawah kepemimpinan Khalifah, betapapun banyaknya divisi tentara dan aspek militer dari organisasinya. Mereka semua harus berada di bawah satu bendera, betapapun banyaknya panji-panjinya. Persiapan seluruh tentara berasal dari Baitul Mal, bukan dari tempat lain. Jika ada orang yang ingin mempersiapkan sebagian pejuang, meskipun Baitul Mal ada, maka hal itu dibayarkan kepada Baitul Mal. Persiapan untuk segala sesuatu, besar maupun kecil, bagi tentara dilakukan darinya. Jika tidak ada uang di Baitul Mal dan ada kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan tentara guna membela kaum Muslimin, maka menjadi kewajiban Khalifah untuk menetapkan jumlah yang diperlukan, karena itulah yang wajib atas seluruh kaum Muslimin. Jika di Baitul Mal ada uang dari pendapatan tetap Baitul Mal, maka uang itu yang digunakan untuk keperluan ini. Jika tidak ada, kewajibannya jatuh kepada kaum Muslimin, sehingga Khalifah mengambilnya dari Ummah untuk menanggung belanja tentara dan persiapannya. Apa yang dibelanjakan untuk mempersiapkan tentara termasuk harta yang dibelanjakan di jalan Allah (SWT), baik tentara sedang dalam keadaan perang maupun tidak, karena jihad berlangsung terus hingga Hari Kiamat, dan mempersiapkan tentara dengan segala yang diperlukan untuk berperang juga berlangsung terus hingga Hari Kiamat.
The preparation of the Islamic army takes place from the Bait al-Mal since the wealth of the Bait al-Mal is disposed for the interests of Muslims. So among that which it is disposed for is preparing fighters. Accordingly it is obliged to organise the fighters in one Islamic army under the leadership of the Khalifah however numerous the divisions of the army and the military aspects of its organisation. They must all be under one flag however numerous its banners. The preparation of the whole army is from the Bait al-Mal not from elsewhere; if anyone wishes to prepare any of the fighters, despite the presence of the Bait al-Mal, this is paid to the Bait al-Mal. Preparation takes place from it for everything small or big for the army. If there is no money in Bait al-Mal and there is urgent need to prepare the army to defend the Muslims, it is upon the Khalifah to oblige the amount required for this is what is obligatory upon all Muslims. If there does exist money in Bait al-Mal from the permanent revenues of Bait al-Mal, it is used for this. If not, its obligation falls upon the Muslims’ so the Khalifah takes it from the Ummah to undertake its expenses for the army and its preparation. What is spent in preparing the army is from the money spent in the way of Allah (swt) whether the army was in a state of war or not, as jihad is continuous till the Day of Judgement and preparing the army with all that is necessary for fighting is continuous until the Day of Judgement.