Al-Muhkam Wa Al-Mutasyabih: Yang Jelas Maknanya dan Yang Samar
Al-muhkam Wa Al-mutashabih The Precise And The Imprecise
Al-Qur'an memuat ayat-ayat yang muhkam (jelas maknanya) dan ayat-ayat yang mutasyabih (samar maknanya), sebagaimana firman Allah Ta'ala: {…di antaranya ada ayat-ayat muhkamat; itulah pokok-pokok isi Al-Kitab, dan yang lain mutasyabihat…} (QS. Ali 'Imran: 7). Yang muhkam adalah ayat yang maknanya tampak jelas dan terang, yang menghilangkan kemungkinan makna lain, seperti firman Allah Ta'ala: {…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…} (QS. Al-Baqarah: 275), {Dan laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya…} (QS. Al-Ma'idah: 38), dan {Dan dalam qisas itu ada (jaminan) kelangsungan hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, agar kamu bertakwa} (QS. Al-Baqarah: 179), serta ayat-ayat lain yang serupa. Adapun yang mutasyabih adalah kebalikan dari yang muhkam, yaitu ayat yang memiliki kemungkinan lebih dari satu makna, baik makna-makna itu sama kuat ataupun tidak. Contoh yang maknanya sama kuat adalah firman Allah Ta'ala: {Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'} (QS. Al-Baqarah: 228), di mana kata (quru') kemungkinan berarti haid (haid) atau suci (thuhr); dan firman Allah Ta'ala: {…kecuali jika mereka memaafkan, atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah…} (QS. Al-Baqarah: 237), sehingga yang memegang ikatan nikah itu kemungkinan adalah suami atau wali; dan firman Allah Ta'ala: {…atau kamu telah menyentuh perempuan…} (QS. An-Nisa': 43), karena keraguan maknanya antara sentuhan dengan tangan dan persetubuhan. Contoh untuk makna yang tidak sama satu sama lain adalah firman Allah Ta'ala:{Namun akan kekal Wajah Tuhanmu, Yang Mahaagung, Mahamulia} 27 Surat Ar-Rahmaan, {Apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan ke dalamnya roh-Ku...} 29 Surat Al-Hijr, di antara hal-hal lain yang telah Tangan Kami ciptakan...} 71 Surat Yaasiin, {Allah akan membalas olok-olok mereka dan membiarkan mereka dalam kesesatan mereka, maka mereka akan terombang-ambing (dalam kebingungan)} 15 Surat Al-Baqarah, {mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya dan Allah pun membalas tipu daya, dan Allah adalah sebaik-baik Pembalas tipu daya} 54 Surat Aali 'Imraan, dan {langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan} 67 Surat Az-Zumar, dan yang semisalnya, memiliki kemungkinan beberapa makna menurut pemahaman bahasa Arab berdasarkan gaya bahasa orang Arab, dan menurut makna-makna syar'i. Semua itu termasuk mutasyabih (samar). Sesungguhnya ia dinamakan mutasyabih karena ketidakjelasan maknanya bagi pendengar. Mutasyabih bukanlah sesuatu yang maknanya tidak dapat dipahami, karena tidak ada dalam Al-Qur'an sesuatu yang tidak dapat dipahami, sebab jika Al-Qur'an memuat sesuatu yang tidak dapat dipahami, maka ia tidak lagi menjadi penjelasan bagi manusia, dan itu bertentangan dengan firman Allah Ta'ala: {Ini (Al-Qur'an) adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa} 138 Surat Aali 'Imraan. Adapun huruf-huruf hijaiyah di awal surat-surat, maka ia memiliki makna, karena ia merupakan nama bagi surat-surat dan penanda bagi surat-surat tersebut; kita katakan surat: ... surat: ... dan seterusnya. Tidak ada dalam Al-Qur'an sesuatu yang tidak bermakna dan tidak dapat dipahami, bahkan segala yang datang dalam Al-Qur'an dapat dipahami. Maha Suci Allah Ta'ala, yang berbicara kepada manusia dengan sesuatu yang mustahil mereka pahami.
The Qur'an contains precise (Muhkam) and imprecise verses according :said ala'Ta Allah what to (…some of it are precise verses; they are the foundation of the Book and others are imprecise...) 7 Surat Aali Imraan. The muhkam (precise) is what its meaning appears and exposes an exposure that removes the possibility (of :saying s'ala'Ta His like) meanings different Allah} (… has permitted trade and forbidden usury…)275 Surat Al-Baqarah, And the thief, male or female, cut off his or her hands…)38 Surat Al-Ma'idah, of Law the In Equality there is life for you, O you men of understanding; that you may restrain yourselves) 179 Surat Al-Baqarah, and other alike verses. As for the mutashabih (imprecise), it is the contrary of the muhkam, and has the probability of more than one meaning, either equal to each other or not equal. An example for which the meaning came equal is His Ta'ala's saying: Divorced women shall wait concerning themselves for three monthly periods…)228 Surat Al-Baqarah, the word (corou') probably means the menses (hayd) or the purity (Tohr), and His Ta'ala's saying: ِ...) } unless they remit it or (the man's half) is remitted by him in whose hands is the marriage tie…)237 Surat Al-Baqarah, so the one that has the tie of the marriage is probably the husband or the guardian (wali), and His Ta'ala's saying: {or ye have been in contact with women…) 43 Surat Al-Nisaa', for the hesitation of it between the touching by hand and the copulation. An example for what the meaning came as not equal to each other is His Ta'ala's saying:{But will abide (forever) the Face of your Lord, The Full of Majesty, Bounty and Honour) 27 Surat AlRahmaan, {When I have fashioned him (in due proportion) and breathed into him of My spirit…) 29 Surat Al-Hijr, among other things which Our Hands have fashioned…) 71 Surat ,Yaseen {Allah will throw back their mockery on them, and give them rope in their trespasses; so they will wander like blind ones (to and fro)) 15 Surat A-lBaqarah, plotted) Unbelievers then (And} and planned, and Allah too planned, and the best of planners is Allah) 54 Surat ِ,Imraan Aal in up rolled be will heavens the and} His right hand: Glory to Him and High He is above the Partners they attribute to Him) 67 Surat Al-Zumar, and the like, it has the probability of several meanings according to the understanding of the Arabic language with respect to the Arabs' styles, and according to the shari'ahi meanings, all that is mutashabih (imprecise). Verily it is named mutashabih for the uncertainty of its meaning to the listener. The mutashabih is not what its meaning is not understandable because there's nothing in the Qur'an that is not understandable, because there inclusion of the Qur'an of something not understandable makes it out of being a clarification to the mankind, and that is contrary to His Ta'ala's saying: Here is a plain statement to mankind, a guidance and instruction to those who fear Allah) 138 Surat Aal Imraan. As for the alphabetic letters in the beginning of the chapters (surat); they do have meanings, because they are names for the chapters and definers for them, we say surat: surat and :surat and َsurat and etc. There is nothing in the Qur'an that has no meaning and could not be understood, but all what came in the Qur'an can be understood and exalted be Allah Ta'ala that He addresses mankind by that which is impossible for them to understand.