51. Bilangan yang Dengannya Kepastian Terjadi
51. The Number By Which The Certainty Occurs
Terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah minimal yang dengannya timbul kepastian (al-'ilm). Sebagian mengatakan: lima, sebagian lain mengatakan: jumlah minimalnya dua belas, sebagian lainnya mengatakan: dua puluh, sebagian lain mengatakan: empat puluh, yang lain mengatakan: tujuh puluh, dan sebagian mengatakan: tiga ratus tiga belas, dan seterusnya. Semua pendapat yang menetapkan jumlah tertentu ini tidak memiliki dasar dari nash maupun akal, karena tidak ada satu teks pun yang datang dengan jumlah tertentu, dan akal pun tidak menguatkan satu jumlah tertentu. Yang diperhitungkan dalam khabar mutawatir adalah timbulnya kepastian dengannya, bukan penyebutan jumlah tertentu, karena selain jumlah terdapat indikasi-indikasi yang menunjukkan kekuatan atau kelemahan suatu hadits. Suatu khabar mungkin diriwayatkan oleh jumlah tertentu yang dengan periwayatannya kepastian tidak timbul, dan suatu khabar lain mungkin diriwayatkan oleh jumlah yang serupa dengan itu, lalu kepastian timbul dengan periwayatannya, karena penilaian terhadap khabar berbeda sesuai perbedaan indikasinya meskipun jumlahnya sama. Dengan demikian, hadits mutawatir yang dengannya timbul kepastian pasti diriwayatkan oleh sekelompok orang, bukan oleh jumlah tertentu, dan jumlah kelompok itu serta jauhnya tempat-tempat mereka sedemikian rupa sehingga mustahil mereka bersekongkol untuk berdusta. Yang diperhitungkan dalam jumlah itu adalah mustahilnya persekongkolan untuk berdusta dengannya. Maka wajib bahwa hadits itu diriwayatkan oleh suatu kelompok yang jumlahnya mencapai batas yang mencegah persekongkolan mereka untuk berdusta, dan batas itu berbeda-beda sesuai perbedaan para perawi, keadaan, dan indikasinya.