Bidang Kajian yang Berkaitan dengan Bahasa
Areas Of Study Related To The Language
Nusus-nusus Syar'iyah diturunkan dan sampai kepada kita dalam bahasa Arab, dan hukum-hukum Syar'iyah tidak mungkin disimpulkan kecuali dengannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang Mujtahid untuk memahami bidang-bidang ilmu yang berkaitan dengan bahasa Arab, kaidah-kaidahnya (Qawa'id) dan fiqhnya (aturan serta pemahaman). Dengan demikian ia dapat mengenal apa yang secara mutlak ia butuhkan dari cabang-cabang ilmu kebahasaan yang akan memampukannya untuk berijtihad, menarik kesimpulan, dan memahami nash-nash.
The Shar’iyah Nusoos (texts) were revealed and came to us in the Arabic language and it is not possible to deduce the Ahkaam Ash-Shar’iyah except by it. For that reason, it is essential for the Mujtahid to be aware of the areas of study related to the Arabic language; its principles (Qawaa’id) and its Fiqh (rules and understanding). That is so that he can be familiar with what he necessarily requires of the linguistic areas of knowledge that will enable him to perform Ijtihaad, make deductions and understand the texts.
Para ‘Ulama Ushul al-Fiqh telah memasukkan dalam kitab-kitab mereka pemaparan sebagian permasalahan yang berkaitan dengan bahasa Arab yang diperlukan bagi orang yang sedang mempelajari Ushul al-Fiqh. Hal itu agar sebagian istilah kebahasaan yang sering disebutkan dalam kaidah-kaidah Ushul al-Fiqh dapat dipahami, seperti misalnya: al-Haqiqah dan al-Majaz, al-Haqiqah al-‘Urfiyyah dan al-Haqiqah asy-Syar‘iyyah, al-Isytirak dan at-Taraduf, di antara kaidah-kaidah dan definisi-definisi kebahasaan lainnya.
The ‘Ulamaa of Usool ul-Fiqh have included within their books a presentation of some of the issues related to the Arabic language that are necessary for the one who is studying Usool ul-Fiqh. That is so that some of the linguistic terminologies that are frequently mentioned within the principles of Usool ul-Fiqh can be understood like for example: The Haqeeqah and the Majaaz, the Haqeeqah Al- ‘Urfiyah and Haqeeqah Ash-Shar’iyah, and the Ishtiraak and the Taraaduf amongst other linguistic principles and definitions.
Oleh karena itu, saya memandang bahwa akan melengkapi manfaat kitab ini apabila disajikan sebagian kajian bahasa Arab secara ringkas, sementara siapa pun yang ingin menambah lebih jauh dapat merujuk kepada kajian dan karya yang telah dilakukan dalam kitab-kitab yang khusus membahas bahasa tersebut.
For that reason, I have seen that it completes the benefit of this book, to present some of the studies of the Arabic language in a brief manner whilst whoever wishes to increase upon that can do so by referring to the studies and works that have been undertaken in the books specialising in the language.