Pendapat Asy-Syaathibiy Mengenai Al-Mashaalih
The Opinion Of Ash-shaatibiy In Respect To Al-masaalih
A – Beliau menolak apa yang tidak berlandaskan dasar yang kuat (terbukti) (Asl), dan jika ia berlandaskan dasar yang kuat, maka itu termasuk Al-Qiyaas (bukan Al-Masaalih).
A – He rejected that which was not based on a solid (proven) basis (Asl) and if it was based upon a firm basis then it would be Al-Qiyaas (and not Al-Masaalih).
B – Diterima selama sejalan dengan Maqaashid Asy-Syaari' dan tidak bertentangan dengan dasar atau sumber hukum (Asl) yang mapan seperti Al-Qur'an, As-Sunnah dan Al-Ijmaa', dan selain itu tidak diterima.
B – It is accepted as long as it is in line with the Maqaasid of the Shaari’ and does not oppose an established basis or origin (Asl) like the Qur’aan, the Sunnah and Al-Ijmaa’, and other than that is not accepted.
C – Diterimanya Al-Masaalih Al-Mursalah (kemaslahatan yang tidak didasarkan pada suatu nash) apabila ia mendekati makna Usul yang telah tetap (terbukti), sekalipun ia tidak didasarkan pada dalil syar'i yang berdiri sendiri.
C – The acceptance of the Masaalih Al-Mursalah (that which is not based on a text) if it is close to the meaning of the established (proven) Usool and even if it is not based upon a Shar’iy origin standing in its own right.
D – Pernyataan Al-Ghazaaliy: Maslahah Al-Mursalah diterima jika ia merepresentasikan Daroorah Qatiyah (kebutuhan yang pasti).
D – The statement of Al-Ghazaaliy: The Maslahah Al-Mursalah is accepted if it represents a Daroorah Qatiyah (a definite necessity).