Macam-macam Wajib Ditinjau dari Segi Siapa yang Mukallaf (yakni, siapa yang telah dibebani untuk melaksanakan kewajiban)
The Aqsaam (categories) Of The Waajib In Relation To The Consideration Of Who Is Mukallaf (i.e. Who Has Been Charged To Undertake The Obligation)
1 – Wajib ‘Ainiy atau “Fardu ‘Ain” Ini adalah apa yang diperintahkan oleh Asy-Syaari’ untuk dilakukan oleh setiap mukallaf, dan tidak cukup bagi sebagian orang melakukannya sementara yang lain tidak melakukannya. Contohnya antara lain Salat, Puasa, menepati janji dalam akad, dan Zakat. Orang yang meninggalkan perbuatan tersebut berdosa, dan pelaksanaannya oleh orang lain tidak menghapus dosa darinya.
1 – Waajib ‘Ainiy or “Fard ‘Ain” This is what the Shaari’ has requested to be done from every Mukallaf and it is not sufficient for some to do it whilst others do not. Examples of this include the Salaah, the Sawm, being faithful to contracts and the Zakaah. The one who leaves the action is therefore sinful and another person’s undertaking of it does not remove that sin from him.
2 – Wajib 'Alaa Al-Kifaayah:
2 – Waajib ‘Alaa Al-Kifaayah:
Ini adalah sesuatu yang diperintahkan oleh Asy-Syaari' (Pembuat Syariat) untuk dilaksanakan oleh sekelompok (jama'ah) dari kalangan mukallaf (dan bukan oleh mereka semua). Jika sebagian dari mereka telah melaksanakannya, maka kewajiban itu gugur dari yang lain dan tidak ada dosa atas mereka. Sebaliknya, semuanya berdosa jika kewajiban fardhu kifayah tidak terpenuhi. Contohnya adalah jihad, peradilan, menyebarkan dakwah Islam untuk mendirikan Negara Islam, membangun industri dan ilmu pengetahuan atau bidang-bidang keilmuan yang dibutuhkan umat, mempersiapkan kekuatan yang diperlukan untuk menggentarkan musuh, serta menyalati dan menguburkan jenazah.
This is what the Shaari’ (Legislator) has requested to be undertaken by a Jamaa’ah (collective) of the Mukallafeen (and not all of them). If or when some have undertaken it, then it (the obligation) falls from the rest and there is no sin upon them. Rather, all are sinful if the Waajib upon the Kifaayah (sufficiency) is not met. Examples of this include Al-Jihaad, judiciary, carrying the Islamic Da’wah to establish the Islamic State, generating industries and sciences or areas of knowledge that the Ummah is in need of, preparing the necessary force to strike fear into the enemy and praying over the dead and burying them.