Kategori Bahasa Arab
The Categories Of The Arabic Language
Al-Kalaam (ucapan) adalah huruf-huruf yang memiliki bunyi yang keluar dari bagian terdalam tenggorokan hingga ujung mulut dan bibir. Ada 28 huruf (Huroof), dan dari huruf-huruf inilah orang Arab menyusun atau merangkai ucapan (Kalaam) yang mengandung makna. Ia dapat terdiri dari satu huruf (harf), seperti Harf Al-Jarr ‘Al-Baa’u’; dari dua huruf, seperti ‘Min’ (dan ‘Kam’; dari tiga huruf, seperti ‘Rajul’; dan ‘Ilm’; dari empat huruf (letters), seperti ‘Samaa’un’ dan ‘Dahraja’; serta dari lima huruf, seperti ‘Julmood’ dan ‘Isbakara’. Mereka tidak menetapkan atau menyediakan kata asli yang lebih dari 5 huruf, dan kata-kata hanya akan bertambah melalui penambahan satu, dua, atau tiga huruf pada huruf-huruf asal kata tersebut (untuk memberikan makna tambahan). Mereka membatasi huruf tambahan ini hingga sepuluh huruf, yang semuanya terdapat dalam kata ’ (Sa’altumoonihaa) (artinya: Kalian (jamak) bertanya kepadaku tentangnya). Jadi, misalnya kata 'ا سْتِصْحا ب ' berasal dari akar kata ‘صحب’, sedangkan sisa hurufnya merupakan tambahan dan bukan dari akar atau asalnya. Adapun kata ‘افُتِتَاح’ diambil dari kata ‘ فُتَحَ', sedangkan sisa hurufnya merupakan tambahan.
Al-Kalaam (speech) is letters that have sounds coming out from the furthest part of the throat to the end of the mouth and the lips. There are 28 letters (Huroof) and from these letters the Arabs constructed or composed speech (Kalaam) that contains meaning. It can consist of a letter (harf) like the Harf Al-Jarr ‘Al-Baa’u’ from two letters like ‘Min’ (and ‘Kam’ from three letters like ‘Rajul‘and ‘Ilm’ from four Huroof (letters) like ‘ Samaa’un’ and ‘Dahraja’ and from five letters like ‘Julmood‘ and ‘Isbakara' They did not set or provide an original word that was above 5 letters and words would only increase through adding a letter or two or three upon the original letters of the words (to provide extra meanings). They made these additional letters restricted to ten which are all found within the word ’ (Sa’altumoonihaa) (meaning: You (pl.) asked me it). So for example the word 'ا سْتِصْحا ب ‘ is from the origin of ‘صحب ‘whilst the rest of the letters are an addition to that and not from its root or origin. In respect to the word: ‘افُتِتَاح ‘it is taken from the word ‘ فُتَحَ' whilst the rest of the letters are additional.
1 – Al-Mufrad: Ia tersusun dan terdiri dari satu Kalimah (kata).
1 – Al-Mufrad: It is made up of and consists of one Kalimah (word).
Ini terbagi menjadi: Harf (kata depan), Fi'il (kata kerja), dan Ism (kata benda).
This is divided into: The Harf (preposition), the F’il (verb) and the Ism (noun).
2 – Al-Murakkab: Yaitu yang tersusun dari dua kata atau lebih.
2 – The Murakkab: It is what is made up of or consists of two words or more.
Ini terbagi menjadi beberapa jenis:
This is divided into a number of types:
A – Al-Murakkab Al-Isnaadiy (Penyandaran Susunan): Ini merujuk pada penyandaran suatu perkara atau benda kepada perkara atau benda lain, seperti menyandarkan 'Tool' (panjang) kepada 'Al-Qalam' (pena) ketika engkau mengatakan: Qalam Taweel (pena yang panjang).
A – Al-Murakkab Al-Isnaadiy (Attributing composition): This refers to attributing a matter or thing to another matter or thing like attributing ‘Tool’ (length) to ‘Al-Qalam’ (pen) when you say: Qalam Taweel (A long pen).
Murakkab Al-Isnaadiy terbagi menjadi dua jenis: Khabar dan Inshaa'.
The Murakkab Al-Isnaadiy is of two types: Khabar and Inshaa’.
"Khabar" adalah hukum (penetapan) atas suatu benda atau perkara dengan makna tertentu dari antara makna-makna yang ada. Ini seperti yang terjadi dalam *Jumlah Al-Fi'liyah* (kalimat verbal), misalnya jika engkau mengatakan: *Jaa'a Sa'eed* (Sa'eed telah datang). Dalam contoh ini, kedatangan telah dinisbatkan kepada Sa'eed, dan hal itu diberitakan (yaitu, *Khabar* (berita) diberikan) di dalam kalimat *Jaa'a Sa'eed*.
The ‘Khabar’ is the Hukm (judgement) upon a thing or matter with a (particular) meaning from amongst the meanings. This is like what happens in the ‘Jumlah Al-Fi’liyah’ (Verbal sentence) like if you said: ‘Jaa’a Sa’eed’ (Sa’eed came). In this example the coming has been attributed to Sa’eed and it was informed about (i.e. Khabar (news) was provided) within the sentence ‘Jaa’a Sa’eed’.
Hal ini juga seperti yang terjadi pada Jumlah Al-Ismiyah (kalimat yang diawali dengan isim), seperti pada ungkapan: ‘Sa’eed Mujtahid’ (Sa’eed itu rajin). Di sini, Ijtihaad (kerja keras/kesungguhan) disandarkan kepada Sa’eed dalam kalimat: ‘Sa’eed Mijtahid’.
It is also like what occurs in respect to the Jumlah Al-Ismiyah (Sentence beginning with a noun) like in the statement: ‘Sa’eed Mujtahid’ (Sa’eed is hardworking). Here the Ijtihaad (hard work/diligence) is attributed to Sa’eed in the sentence: ‘Sa’eed Mijtahid’.