Al-Alfaazh (Lafal-lafal) dalam Kitab dan Sunnah dari Segi Ketidakjelasannya
The Alfaazh (wordings) Of The Kitaab And The Sunnah In Terms Of Their Lack Of Clarity
Berikut ini adalah lafaz-lafaz yang dalam dalalahnya (petunjuk makna tekstual), berkenaan dengan maknanya, bersifat samar atau tersembunyi, sehingga tidak menunjukkan secara jelas kepada apa yang dimaksudkan darinya, melainkan bergantung pada suatu perkara dari luar. Terdapat empat tingkatan dalam hal kesamaran ini.
These are the Alfaazh which in their Dalaalah (textual implication/indication), in respect to their meaning, is hidden or obscure and so they do not guide to what is intended from them but rather rest upon an external matter. There are four levels in respect to this lack of clarity:
1 – Al-Khafiy dan ini adalah yang paling tersembunyi (atau samar).
1 – Al-Khafiy and this is the least hidden (or obscure).
2 – Al-Mushkil dan ia kurang jelas daripada Al-Khafiy.
2 – Al-Mushkil and it is less clear than the Khafiy.
3 – Al-Mujmal, dan ini kurang jelas dibandingkan Al-Mushkil.
3 – Al-Mujmal and this is less clear than the Mushkil.
4 – Al-Mutasyabih, dan ini adalah yang paling tersembunyi dan paling tidak jelas dari ketiga jenis yang disebutkan sebelumnya.
4 – Al-Mutashaabih and this is very hidden and the least clear from the three previously mentioned types.