Pendahuluan: Pertentangan Al-Istihsan dengan Al-Qiyas Menurut Pandangan Mazhab Hanafi
Introduction: The Opposition Of Al-istihsaan To Al-qiyaas In The View Of The Hanafiya
Banyak dari penggunaan istilah Al-Istihsaan oleh kalangan Hanafiyah yang datang bermakna sesuatu yang bertentangan dengan Al-Qiyaas. Maka mereka berkata: Al-Qiyaas menetapkan Al-Hazhr (larangan), tetapi Al-Istihsaan menetapkan Ibaahah (kebolehan). Mereka menjadikan Istihsaan sebagai Daleel Shar’iy yang bertentangan dengan Daleel Shar’iy serupa, yang diwakili oleh Al-Qiyaas.
A lot of what has come in terms of the utilisation of the wording Al-Istihsaan by the Hanafiyah is with the meaning of that which is in opposition to Al-Qiyaas. So they would say: Al-Qiyaas dictates Al-Hazhr (prohibition) but Al-Istihsaan dictates Ibaahah (permissibility). They have made Istihsaan a Daleel Shar’iy that is in opposition to a Daleel Shar’iy like it, represented in Al-Qiyaas.
Sebagian ulama menyatakan bahwa menurut pandangan madzhab Hanafiyah, Al-Istihsaan merupakan setiap dalil yang bertentangan dengan Qiyaas Azh-Zhaahir (qiyas yang nyata atau jelas).
Some of them said that in the Hanafiyah view Al-Istihsaan represents every Daleel that is contrary to the Qiyaas Azh-Zhaahir (what is apparent or evident).
Mazhab Hanafiyah membagi Al-Istihsaan menjadi dua kategori:
The Hanafiyah divide Al-Istihsaan into two categories:
1 - Istihsaan Al-Qiyaas. 2 - Istihsaan yang disebabkan oleh pertentangan Qiyaas dengan dalil-dalil lain seperti Sunnah dan Ijma'. Kategori inilah yang menjadi bidang kajian kita.
1 - Istihsaan Al-Qiyaas. 2 - The Istihsaan caused by the opposition of Qiyaas to other evidences like the Sunnah and Ijmaa’. It is this category that represents the subject area of our study.