Al-Hajj: Ibadah Haji (Pilihan Nama Ibrahim) 58-78
Al-Hajj The Pilgrimage (Abraham’s Choice Of Name) 58-78
Adapun orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, pasti Allah akan memberi mereka rezeki yang baik. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemberi rezeki yang terbaik.
As for those who leave their homes to serve God’s cause, and are then slain or die, God will most certainly grant them a goodly provision. God is indeed the most munificent provider. (58)
Sungguh Dia pasti akan memasukkan mereka ke tempat yang mereka ridai. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Penyantun. (59)
He will most certainly admit them to a place with which they shall be well pleased. God is surely All-Knowing, Most Forbearing. (59)
Demikianlah. Barangsiapa membalas sebatas kejahatan yang menimpanya, kemudian ia dizalimi lagi, pastilah Tuhan akan menolongnya. Sesungguhnya Tuhan Maha Pemaaf, Maha Pengampun. (60)
Thus shall it be. If one retaliates only to the extent of the injury he has received, and then is wronged again, God will certainly succour him. God is certainly the One who absolves sin, who is Much- Forgiving. (60)
Demikianlah, karena Tuhan memasukkan malam ke dalam siang, dan memasukkan siang ke dalam malam; dan karena Tuhan Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (61)
Thus it is, because God causes the night to pass into the day, and the day to pass into the night; and because God hears all and sees all. (61)
Demikianlah, karena Tuhanlah satu-satunya Kebenaran Mutlak, dan segala yang mereka seru selain Dia hanyalah kebatilan belaka,
Thus it is, because God alone is the Ultimate Truth, and all that people invoke beside Him is sheer falsehood,(62)
Tidakkah engkau mengetahui bahwa Tuhan menurunkan air dari langit, lalu bumi menjadi hijau. Sesungguhnya Tuhan Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (63)
Are you not aware that God sends down water from the skies, whereupon the earth becomes green. God is unfathomable in His wisdom, All Aware. (63)
Milik-Nya-lah segala yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Tuhan, Dialah Yang Maha Kaya, Maha Terpuji.
To Him belongs all that is in the heavens and on earth. God alone is indeed free of all want, worthy of all praise. (64)
Tidakkah kamu melihat bahwa Tuhan telah menundukkan untuk (kepentinganmu) apa yang ada di bumi dan kapal-kapal yang berlayar di laut dengan perintah-Nya? Dan Dialah yang menahan langit agar tidak menimpa bumi kecuali dengan izin-Nya. Sesungguhnya Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (65)
Do you not see that God has made subservient to you all that is on earth, and the ships that sail the sea at His bidding? He it is who holds the celestial bodies, so that they may not fall upon the earth except by His leave. Most compassionate is God, and merciful to mankind. (65)
Dialah yang telah menghidupkan kalian, kemudian akan mematikan kalian, lalu akan menghidupkan kalian kembali. Sungguh, manusia itu sangat tidak tahu berterima kasih. (66)
It is He who gave you life, and then will cause you to die, and then will bring you back to life. Bereft of all gratitude is man. (66)
Bagi setiap umat Kami telah tetapkan cara-cara ibadah yang harus mereka jalankan. Maka janganlah mereka membantahmu dalam urusan ini, dan serulah mereka kepada Tuhanmu. Sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas jalan yang lurus. (67)
To every community We have appointed ways of worship, which they should observe. Let them not draw you into disputes on this score, but call [them all] to your Lord. You are indeed on the right way. (67)
Jika mereka membantahmu, katakanlah: "Tuhan lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan." (68)
Should they argue with you, say: ‘God knows best what you are doing.’ (68)
Tuhan akan memutuskan di antara kalian pada Hari Kebangkitan mengenai segala hal yang kalian perselisihkan. (69)
God will judge between you on the Day of Resurrection with regard to all on which you dispute. (69)
Tidakkah engkau tahu bahwa Tuhan mengetahui segala yang terjadi di langit maupun di bumi? Sesungguhnya semua itu tercatat dalam sebuah kitab. Semua ini mudah bagi Tuhan. (70)
Do you not know that God knows all that occurs in heaven as well as on earth? Indeed it is all in a record. All this is easy for God. (70)
Dan mereka menyembah selain Tuhan sesuatu yang tidak pernah Dia turunkan kekuasaan (hujah) untuknya dari langit, dan yang mereka sendiri tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Orang-orang zalim tidak akan mempunyai penolong. (71)
And yet they worship beside God something for which He has never bestowed any warrant from on high, and of which they cannot have any knowledge. The wrongdoers shall have none to help them. (71)
Demikianlah, apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka dengan jelas, engkau dapat melihat kebencian yang nyata pada wajah orang-orang kafir. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah: ‘Maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu yang lebih buruk daripada itu? Yaitu neraka yang telah dijanjikan Tuhan kepada orang-orang yang mengingkari-Nya. Itulah seburuk-buruk tempat kembali!’ (72)
As it is, whenever Our revelations are recited to them in all their clarity, you can perceive utter repugnance in the faces of unbelievers. They would almost assault those who recite Our revelations to them. Say: ‘Shall I tell you of something worse than that? It is the fire which God has promised to those who deny Him. How vile an end!’ (72)
Wahai manusia! Sebuah perumpamaan telah dikemukakan, maka dengarkanlah baik-baik. Sesungguhnya mereka yang kalian seru selain Tuhan tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun, meskipun mereka bersatu padu untuk itu. Bahkan jika seekor lalat merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan mampu merebutnya kembali darinya! Lemah sungguh yang mencari, dan lemah pula yang dicari! (73)
Mankind! An aphorism is set forth; hearken, then, to it. Those beings whom you invoke instead of God cannot create a fly, even though they were to join all their forces to that end. If a fly robs them of anything, they cannot rescue it from him! Weak indeed is the seeker, and weak the sought! (73)
Mereka tidak memiliki pemahaman yang benar tentang Tuhan. Sesungguhnya Tuhan Maha Kuat, Maha Perkasa. (74)
No true understanding of God have they. God is certainly Most Powerful, Almighty. (74)
Allah memilih para utusan dari kalangan malaikat dan dari kalangan manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (75) Wait, the rules say never to write "Allah" but use the Indonesian word for God. Corrected: Tuhan memilih para utusan dari kalangan malaikat dan dari kalangan manusia. Sesungguhnya Tuhan Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (75)
God chooses message bearers from among the angels and from among men. God hears all and sees all. (75)
Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang tersembunyi dari mereka. Kepada Tuhanlah segala urusan dikembalikan. (76)
He knows all that lies open before them and all that is hidden from them. To God all things shall return. (76)
Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah kalian dan sujudlah, serta sembahlah Tuhan kalian, dan berbuatlah kebaikan, agar kalian beruntung. (77)
Believers! Bow down and prostrate yourselves, and worship your Lord alone, and do good, so that you might be successful. (77)
Berjuanglah dengan sungguh-sungguh di jalan Tuhan sebagaimana seharusnya kamu berjuang. Dialah yang telah memilih kamu, dan tidak menjadikan kesulitan bagimu dalam agama; (agama) pendiri kamu, Ibrahim. Dialah yang telah menamai kamu Muslim, baik pada masa lampau maupun dalam (kitab) ini, agar Rasul menjadi saksi atas dirimu, dan agar kamu menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Tuhan. Dialah Pelindungmu: sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
And strive hard in God’s cause as you ought to strive. It is He who has chosen you, and has laid no hardship on you in [anything that pertains to] religion; the creed of your forefather Abraham. It is He who has named you Muslims, in bygone times and in this [book], so that the Messenger might bear witness for you, and that you might bear witness for all mankind. Thus, attend regularly to your prayer, and pay out your zakāt, and hold fast to God. He is your Guardian: the best of guardians and the best to give support.
(78)
(78)
Ikhtisar
Overview
Passage sebelumnya diakhiri dengan gambaran tentang nasib yang berlawanan antara orang-orang beriman dan mereka yang mendustakan pesan Allah. Pada hari ketika seluruh kekuasaan hanya milik Tuhan, mereka berada dalam kedudukan yang saling bertolak belakang. Semua ini disampaikan dalam konteks pertolongan Tuhan kepada para rasul-Nya, perlindungan-Nya terhadap pesan-Nya, serta balasan yang Dia siapkan bagi mereka yang beriman dan bagi mereka yang menolak untuk beriman.
The previous passage ended with an outline of the opposite destinies of the believers and those who deny God’s message. On the day when all dominion belongs to God alone, they end up in contrasting positions. All this is given within the context of God’s support of His messengers, protection of His message and the reward He has in store for those who believe and those who refuse to believe.
Bagian ini dimulai dengan penyebutan orang-orang yang berhijrah di jalan Tuhan. Mereka telah diizinkan untuk berperang membela agama mereka dan untuk mempertahankan diri dari ketidakadilan. Mereka telah diusir dari rumah-rumah mereka secara tidak benar, tanpa alasan lain selain pernyataan mereka bahwa mereka hanya beriman kepada Tuhan semata. Bagian ini juga menjelaskan bahwa Tuhan akan memberi ganti rugi kepada mereka atas harta yang mereka tinggalkan ketika berhijrah.
This passage begins with a reference to those who migrate for God’s cause. They have already been permitted to fight in defence of their faith and to defend themselves against injustice. They have been driven out of their homes against all right, for no reason other than their declaration that they believed in God alone. The passage also clarifies that God will compensate them for the property they left behind when they migrated.
Hukum umum berikut berlaku bagi mereka yang mendapati dirinya diperlakukan zalim dan berusaha menolak agresi, tetapi kemudian masih mengalami penindasan dan permusuhan yang lebih jauh. Kepada mereka diberikan janji pertolongan yang jelas dan pasti. Janji yang teguh ini kemudian diikuti dengan penyebutan beberapa tanda kekuasaan Tuhan yang memastikan bahwa janji-janji-Nya senantiasa terwujud. Tanda-tanda tersebut terlihat di alam semesta di sekitar kita. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa pertolongan Tuhan kepada mereka yang menderita ketidakadilan, meskipun mereka telah berusaha menolak agresi, adalah suatu kepastian yang sejalan dengan hukum-hukum alam semesta lainnya.
A general verdict follows which applies to those who find themselves unjustly attacked and who try to repel aggression, but are then subjected to further tyranny and hostility. They are given a clear and assured promise of support. This firm promise is followed by listing some indicators of God’s power which ensures that His promises will always come true. These indicators are seen in the universe around us. It thus suggests that God’s help to those who suffer injustice, despite their attempts to repel aggression, is a certainty in the same vein as other universal laws.
Ganjaran yang Setimpal
A Fitting Reward
Adapun mereka yang meninggalkan rumah mereka demi membela agama Allah, lalu terbunuh atau mati, sungguh Tuhan akan benar-benar memberi mereka rezeki yang baik. Sesungguhnya Tuhan adalah sebaik-baik Pemberi rezeki. Dia pasti akan memasukkan mereka ke tempat yang akan membuat mereka sangat puas. Sesungguhnya Tuhan Maha Mengetahui, Maha Penyantun.
As for those who leave their homes to serve God’s cause, and are then slain or die, God will most certainly grant them a goodly provision. God is indeed the most munificent provider. He will most certainly admit them to a place with which they shall be well pleased. God is surely All-Knowing, Most Forbearing. (Verses 58-59)
Hijrah, yakni meninggalkan rumah demi menegakkan agama Allah, berarti meninggalkan segala kenyamanan, baik keluarga, komunitas, dan kenangan masa kecil, maupun harta benda dan kesenangan materi. Ketika seseorang mendahulukan imannya di atas semua ini semata-mata untuk meraih ridha Tuhan, ia menunjukkan bahwa ganjaran tersebut lebih berharga daripada seluruh harta benda. Hijrah dahulu dimungkinkan sebelum Makkah ditaklukkan oleh Islam dan negara Islam didirikan. Setelah itu, hijrah tidak lagi berlaku. Kewajiban sekarang adalah berjuang dalam menegakkan agama Tuhan. Siapa pun yang berjuang demikian di jalan Tuhan dan mengabdikan dirinya untuk itu, ia memperoleh pahala yang serupa dengan pahala hijrah.
Migration, or leaving one’s home, to serve God’s cause represents a desertion of every comfort whether it be family, community and childhood memories, or property and material comforts. When one puts one’s faith ahead of all this for no other reason than to earn God’s pleasure, one demonstrates that such a prize is more valuable than all material goods. Migration was possible before Makkah fell to Islam and the Islamic state was established. After that, migration was invalid. The requirement now is to strive in serving God’s cause. Whoever strives thus for God’s cause and dedicates himself to its service receives a similar reward to that of migration.
"Adapun orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh Allah akan memberi mereka rezeki yang baik." (Ayat 58) Yang ini harus diterjemahkan sebagai "Tuhan", bukan "Allah", sesuai aturan. Correction, following the rules precisely: "Adapun orang-orang yang berhijrah demi membela agama Tuhan, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh Tuhan akan memberi mereka rezeki yang baik." (Ayat 58) Ini berlaku baik mereka gugur dalam pertempuran dan meraih syahid, atau wafat secara wajar di rumah mereka. Mereka meninggalkan rumah dan harta mereka, siap menghadapi segala kemungkinan, semata-mata untuk mengabdi kepada-Nya. Mereka mencari syahid dengan cara apa pun ia datang, dengan mengorbankan setiap kenyamanan duniawi. Oleh karena itu, Tuhan membalas mereka dengan limpah atas apa yang mereka tinggalkan demi Dia: "Sungguh Tuhan akan memberi mereka rezeki yang baik. Sesungguhnya Tuhan adalah sebaik-baik Pemberi rezeki." (Ayat 58) Rezeki seperti itu lebih baik daripada segala yang mereka tinggalkan.
Kebenaran Mutlak
Absolute Truth
Semua ini berkaitan dengan fakta mendasar bahwa Tuhan adalah kebenaran yang mutlak dan hakiki. Kebenaran-Nyalah yang mengatur alam semesta dan menjalankan sistemnya. Selain-Nya semuanya palsu, tidak beraturan, dan tidak dapat dipertahankan: "Demikianlah, karena Tuhan saja adalah Kebenaran Yang Hakiki, dan segala yang mereka seru selain Dia adalah kebatilan belaka, dan karena Tuhan saja Maha Tinggi, Maha Besar." (Ayat 62)
All this relates to the essential fact that God is the ultimate and absolute truth. His is the truth that controls the universe and operates its systems. Everything else is false, irregular, and cannot be maintained: “Thus it is, because God alone is the Ultimate Truth, and all that people invoke beside Him is sheer falsehood, and because God alone is Most High, Great.” (Verse 62)
Ini adalah penjelasan yang memadai sekaligus jaminan bahwa kebenaran dan keadilan pasti akan menang, sementara kebatilan dan kezaliman pasti akan dikalahkan. Ini adalah jaminan yang sama bahwa hukum-hukum alam semesta akan berjalan tanpa kegagalan. Salah satu hukum dan fenomena itu adalah bahwa kebenaran akan memperoleh kemenangan dan kebatilan akan menderita kekalahan yang memalukan. Tuhan tentu jauh lebih unggul daripada penguasa mutlak mana pun yang berupaya menunjukkan kekuasaannya atas kaum yang lemah. Ayat tersebut diakhiri dengan komentar ini: “Hanya Tuhan Yang Mahatinggi, Mahabesar.” Oleh karena itu, Dia tidak akan membiarkan kezaliman membesar, atau ketidakadilan bertahan selamanya.
This is an adequate explanation and a guarantee that truth and justice will inevitably triumph, while falsehood and aggression are certain to be defeated. It is the same guarantee that the laws of the universe will operate without fail. One of these laws and phenomena is that the truth will be victorious and falsehood will suffer a humiliating defeat. God is certainly far superior to any absolute ruler who seeks to demonstrate his power over the weak. The verse concludes with this comment: “God alone is Most High, Great.” Hence, He will not allow aggression to swell, or injustice to he everlasting.
Fenomena alam lainnya ditampilkan sebagai tanda-tanda abadi atas kekuasaan Tuhan:
Further natural phenomena are shown as permanent indicators of God’s power:
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah menurunkan air dari langit, sehingga bumi menjadi hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus, Maha Mengetahui.” (Ayat 63) Kita menyaksikan hal ini setiap saat: hujan turun dari langit dan dalam waktu yang sangat singkat bumi menjadi hijau, namun lagi-lagi, karena terlalu akrab, kita menjadi lalai terhadapnya. Akan tetapi, bagi orang-orang yang berpikiran terbuka, pemandangan itu membangkitkan berbagai perasaan. Terkadang, ketika engkau melihat tunas hijau yang mencuat dari tanah hitam, engkau merasakan kesegarannya. Ia mengingatkanmu pada anak-anak kecil yang tersenyum gembira kepada dunia di sekitar mereka, dan hampir melayang karena girang ketika melihat cahaya yang menyebar.
Rahmat Tanpa Batas
Mercy Without Limit
Sekali lagi surah ini menunjukkan beberapa segi kekuasaan Tuhan sebagaimana terlihat dalam alam: "Tidakkah kamu melihat bahwa Tuhan telah menundukkan untuk kepentingan kamu apa yang ada di bumi, dan kapal-kapal yang berlayar di laut dengan perintah-Nya? Dialah yang menahan langit agar tidak menimpa bumi kecuali dengan izin-Nya. Sungguh, Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia." (Ayat 65) Hal ini mengarahkan perhatian manusia kepada bumi tempat mereka hidup, yang mengandung berbagai macam kekuatan dan kekayaan yang telah Tuhan tundukkan untuk manusia. Namun manusia tetap lalai terhadap karunia-karunia Tuhan yang mereka nikmati siang dan malam.
Once more the sūrah points out some of the aspects of God’s power as seen in nature: “Do you not see that God has made subservient to you all that is on earth, and the ships that sail the sea at His bidding? He it is who holds the celestial bodies, so that they may not fall upon the earth except by His leave. Most compassionate is God, and merciful to mankind.” (Verse 65) This draws people’s attention to the earth they live on, which contains a wide variety of powers and wealth which God has made subservient to man. Yet man remains oblivious of God’s favours which he enjoys night and day.
Tuhan telah menempatkan segala sesuatu di bumi untuk kepentingan manusia, dengan membuat hukum-hukum alam yang memengaruhi bumi selaras dengan sifat dan kemampuan manusia. Seandainya hukum-hukum ini bertentangan dengan hukum-hukum alam bumi, kehidupan manusia tidak akan mungkin ada di planet ini, dan manusia tidak akan mampu memanfaatkan sumber dayanya untuk kepentingannya. Seandainya manusia secara fisik berbeda dari kondisi yang memungkinkannya menoleransi atmosfer bumi, menghirup udaranya, memakan makanannya, dan meminum airnya, manusia tidak akan bisa bertahan hidup di bumi, bahkan untuk waktu yang sangat singkat. Seandainya kepadatan bumi atau susunan tubuh manusia berbeda, manusia tidak akan mampu berjalan atau berdiri tegak di bumi; ia akan terbang di udara atau tenggelam ke dalam bumi.
God has placed everything on earth at man’s disposal, by making the laws of nature affecting the earth compatible with man’s nature and abilities. Had these been at variance with the natural laws of the earth, human life would not have been possible on this planet, and man would not have been able to utilize its resources to his benefit. Had he been physically different from the condition which allows him to tolerate the earth’s atmosphere, breathe its air, eat its food and drink its water, man could not have survived on earth for even a very brief time. Had the density of the earth or the human constitution been different, man would not have been able to walk or stand upright on earth; he would either fly in the air or sink into the earth.
Seandainya bumi tidak memiliki atmosfer, atau seandainya udara lebih berat atau lebih ringan dari kondisinya saat ini, manusia akan mati lemas atau tidak mampu bernapas.
Dalam kasus ini, energi nuklir disebut sebagai contoh alternatif bagi batu bara dan minyak. Hal yang penting adalah bahwa Tuhan telah menempatkan di dunia manusia berbagai sarana dan sumber daya untuk menopang kehidupan, pertumbuhan, dan pembangunan. — Catatan editor.
12 Nuclear energy is cited in this case as an example of alternatives CO coal and oil. The important point is that God has placed in man’s world different means and resources to support life, growth and development. — Editor’s note.
Tidak Ada Ruang untuk Perdebatan
No Room For Argument
Pada titik ini surah tersebut menyeru Nabi ﷺ untuk tetap menempuh jalannya sendiri, tanpa memedulikan orang-orang kafir beserta bantahan-bantahan mereka yang sia-sia. Beliau tidak boleh membiarkan mereka mengalihkannya dari metode yang telah Tuhan pilihkan baginya, karena Dia telah menugaskannya untuk menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia.
At this point the sūrah addresses the Prophet (peace be upon him) instructing him to follow his own way, paying no attention to the unbelievers and their futile arguments. He must not allow them to divert him from the method God chose for him, as He assigned him the task of delivering His message to mankind.
Bagi setiap umat Kami telah tetapkan cara-cara ibadah tertentu yang harus mereka laksanakan.
To every community We have appointed ways of worship, which they should observe.
Janganlah mereka membuat engkau terlibat dalam perdebatan mengenai hal ini, tetapi serulah mereka kepada Tuhanmu.
Let them not draw you into disputes on this score, but call [them all] to your Lord.
Sesungguhnya engkau berada di atas jalan yang benar. Jika mereka membantahmu, katakanlah: "Allah lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan." Allah akan memutuskan di antara kalian pada Hari Kiamat tentang apa yang kalian perselisihkan. Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi? Sesungguhnya semua itu tercatat dalam sebuah kitab. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.
You are indeed on the right way. Should they argue with you, say: ‘God knows best what you are doing.’ God will judge between you on the Day of Resurrection with regard to all on which you dispute. Do you not know that God knows all that occurs in heaven as well as on earth? Indeed it is all in a record. All this is easy for God.
(Ayat 67-70)
(Verses 67-70)
Setiap masyarakat memiliki cara hidup, pola pikir, perilaku, dan keyakinannya sendiri, dan semua itu tunduk pada hukum-hukum Tuhan yang konsisten dan tepat, yang telah Dia tetapkan untuk mengatur watak manusia, cara berpikir, perasaan, dan reaksinya terhadap pengaruh dari luar. Masyarakat yang membuka hatinya terhadap petunjuk-petunjuk bimbingan ilahi dan menanggapi tanda-tanda yang relevan di alam semesta dan di dalam jiwa manusia, akan menemukan jalannya menuju Tuhan. Dengan demikian, ia akan memperoleh manfaat dari banyak tanda yang menunjukkan keesaan-Nya dan mendorong ketaatan kepada perintah-perintah-Nya. Sebaliknya, masyarakat yang menutup pikirannya dari semua ini berada dalam kekeliruan, dan semakin tenggelam dalam kesesatan.
Manusia yang Tidak Berdaya
Powerless Man
Surah ini kemudian membuat pernyataan yang kuat dan universal bahwa semua tuhan yang disekutukan manusia dengan Tuhan, termasuk yang dimintai pertolongan oleh orang-orang zalim, adalah lemah dan tidak berdaya. Kelemahan mereka ditampilkan dalam sebuah adegan yang hidup dan memikat:
The sūrah now makes a powerful, universal declaration that all deities people associate with God, including the ones to which the wrongdoers appeal for help, are weak and powerless. Their weakness is shown in a bustling and captivating scene:
Wahai manusia! Sebuah perumpamaan telah dikemukakan, maka dengarkanlah baik-baik. Mereka yang kalian seru selain Tuhan tidak akan mampu menciptakan seekor lalat sekalipun mereka bersatu padu untuk itu. Dan jika seekor lalat merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan sanggup merebutnya kembali darinya! Lemah sekali yang mencari dan lemah pula yang dicari! (Ayat 73)
Mankind. An aphorism is set forth; hearken, then, to it. Those beings whom you invoke instead of God cannot create a fly, even though they were to join all their forces to that end. If a fly robs them of anything, they cannot rescue it from him! Weak indeed is the seeker, and weak the sought! (Verse 73)
Pesan ini bersifat universal, mencakup setiap orang di mana pun di dunia, dan seruannya lantang serta jelas: "Wahai manusia!" Ketika manusia dikumpulkan untuk mendengarkan, mereka diberi tahu bahwa mereka akan disampaikan sebuah pernyataan tentang prinsip umum, bukan kasus tertentu yang berlaku pada suatu kesempatan tertentu. "Sebuah perumpamaan telah dibuat, maka dengarkanlah ia." Ini adalah pernyataan fakta yang berlaku dalam segala keadaan: "Sesungguhnya makhluk-makhluk yang kamu seru selain Tuhan tidak akan dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka berkumpul untuk itu." Semua tuhan palsu, baik berupa berhala dan patung, manusia, tradisi dan nilai-nilai, yang kepadanya kamu memohon dukungan dan dengannya kamu berusaha meraih kemenangan serta kemuliaan, tidak mampu menciptakan seekor lalat, sekalipun mereka mengerahkan segala kekuatan mereka, memanfaatkan seluruh pengetahuan mereka, dan mencurahkan seluruh sumber daya mereka dalam satu usaha terbesar. Sesungguhnya, menciptakan seekor lalat saja, makhluk kecil lagi hina itu, melampaui seluruh kekuatan yang dimiliki tuhan-tuhan palsu tersebut.
The address is universal, it includes everyone anywhere in the world, and the declaration is loud and clear: “Mankind!” When people have been gathered to listen, they are told that they are about to be given a statement of a general principle, not a particular case applicable on a certain occasion. “An aphorism is set forth; hearken, then, to it.” It is a statement of fact that applies in all situations: “Those beings whom you invoke instead of God cannot create a fly, even though they were to join all their forces to that end.” All false deities, whether they be idols and statues, human beings, traditions and values, to whom you appeal for support and with whom you seek to achieve victory and high esteem, are incapable of creating a fly, even if they muster all their forces, utilize all their knowledge and channel all their resources into one supreme effort. Indeed, the creation of a mere fly, that small and abject creature, defies all the harnessed powers of such false gods.
Berjuang Demi Tujuan yang Benar
Striving For The Right Cause
Setelah menyingkap kekeliruan keyakinan kaum musyrik dan kebodohan yang tercermin dalam ritual ibadah mereka, surah ini menutup dengan seruan kepada umat Islam, mendorong mereka untuk tetap setia pada keyakinan mereka dan teguh di atas jalan hidup yang benar.
Having exposed the absurdity of the idolaters’ beliefs and the ignorance their worship rituals reflect, the sūrah makes a final address to the Muslim community, urging it to be true to its beliefs and to stick to the right way of life.
Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu saja, dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung. Dan berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad. Dialah yang telah memilih kamu dan tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama; (ikutilah) agama nenek moyangmu, Ibrahim. Dialah yang telah menamakan kamu orang-orang Muslim, baik dahulu maupun dalam (Al-Qur'an) ini, agar Rasul menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu menjadi saksi atas seluruh manusia. Maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (Ayat 77-78)
Believers! Bow down and prostrate yourselves, and worship your Lord alone, and do good, so that you might be successful. And strive hard in God’s cause as you ought to strive. It is He who has chosen you, and has laid no hardship on you in [anything that pertains to] religion; the creed of your forefather Abraham. It is He who has named you Muslims, in bygone times and in this [book], so that the Messenger might bear witness for you, and that you might bear witness for all mankind. Thus, attend regularly to your prayer, and pay out your zakāt, and hold fast to God. He is your Guardian: the best of guardians and the best to give support. (Verses 77-78)
Sesungguhnya kedua ayat ini merangkum tata kehidupan yang telah God tetapkan bagi umat Islam serta kewajiban-kewajiban yang Dia bebankan kepadanya. Keduanya menetapkan peran umat tersebut dan menggariskan arah tindakannya, di masa lalu, masa kini, dan masa depan, dengan syarat ia mengikuti petunjuk-Nya.
Indeed these two verses sum up the code of living God has laid down for the Muslim community and the duties He has assigned to it. They define its role and mark out its course of action, past, present and future, provided that it follows His guidance.
Instruksi pertama yang diberikan di sini memerintahkan kaum beriman untuk shalat, dengan menyoroti dua gerakan khas shalat Islam, yaitu ruku' dan sujud kepada Tuhan. Dengan demikian, shalat memperoleh gambaran yang nyata dan gerakan yang berarti sehingga kita dapat melihatnya dengan jelas di depan mata. Dengan cara ini, gaya ungkapannya menjadi jauh lebih efektif.