Fatir (Sang Pencipta)
Fatir (The Originator)
Prolog
Prologue
Surah ini bersifat Makkiyah dan memiliki karakter khusus, baik dari segi tema maupun gaya. Ia barangkali paling mirip dengan Surah 13, Ar-Ra'd (Guruh), dalam caranya menyentuh hati manusia. Dari awal hingga akhir, ia menggunakan irama yang memikat dengan berbagai ketukan. Surah ini mengajak kita merenungkan alam semesta yang agung dan berbagai tanda yang terdapat di setiap sudut dan celahnya. Dengan demikian, manusia teringat akan nikmat-nikmat Tuhan dan menghargai karunia serta kemurahan yang Dia anugerahkan kepada seluruh makhluk-Nya. Ia juga membayangkan akhir yang dialami umat-umat terdahulu dan nasib mereka pada Hari Kiamat. Dengan begitu, ia merasakan kerendahan hati ketika memandang kebesaran tak terhitung yang merupakan karya Tuhan.
This Makkan sūrah possesses a special character both in its subject and style. It perhaps best compares with Sūrah 13, Thunder, in the way in which it addresses the human heart, using, from start to finish, a fascinating rhythm employing various beats. It moves us into contemplation of the great universe and the numerous signs to be found in every nook and cranny. Man thus remembers God’s blessings and appreciates the grace and favour He bestows on all His creatures. He also visualizes the end suffered by earlier communities and their fate on the Day of Judgement. He thus feels humility as he looks at the countless marvels that constitute God’s work.