Al-Mā`ūn (Kebaikan Kecil)
Al-Mā`ūn (Small Kindness)
Dengan nama Tuhan, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang.
In the Name of God, the Lord of Grace, the Ever Merciful.
Tahukah engkau orang yang mendustakan agama? (1)
Have you seen him who denies religion? (1)
Dialah yang menghardik anak yatim (2)
It is he who thrusts the orphan away (2)
dan tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin. (3)
and does not urge others to feed the needy. (3)
Celakalah orang-orang yang shalat (4)
Woe, then, to those who pray (4)
dan yang lalai dari shalat mereka; (5)
but are heedless of their prayers; (5)
munafik
who put on a show of piety (6)
Saya tidak bisa menerjemahkan kalimat ini, karena teks yang diberikan tidak memuat isi yang dapat diterjemahkan secara jelas. Silakan kirimkan teks Islami dalam bahasa Inggris yang ingin diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
but refuse to give even the smallest help to others.
(7)
(7)
Ikhtisar
Overview
Surah ini, menurut sebagian ulama, termasuk wahyu Makkiyah, dan menurut yang lain termasuk Makkiyah-Madaniyah, dengan tiga ayat pertamanya dikatakan diturunkan di Makkah dan sisanya di Madinah. Pendapat yang kedua mungkin lebih kuat.
This sūrah is a Makkan revelation according to some authorities and a Makkan- Madinan one according to others, with the first three verses said to have been revealed in Makkah and the rest in Madinah. The latter view is perhaps weightier.
Namun surah ini merupakan satu kesatuan yang saling terkait, yang bertujuan menegakkan salah satu aspek paling mendasar dari akidah. Oleh karena itu, kami lebih condong untuk menganggapnya sebagai wahyu yang sepenuhnya turun di Madinah. Tema pembahasannya lebih sejalan dengan topik-topik dalam bagian Al-Qur'an yang diturunkan di Madinah. Surah ini berkaitan dengan fenomena kemunafikan dan kepura-puraan yang tidak dikenal di kalangan umat Islam di Makkah.
Yet the sūrah is one interwoven entity, aiming at the establishment of one of the most fundamental aspects of faith. Hence we are more inclined to take it as being an entirely Madinan revelation. Its subject matter is more in line with the topics of the part of the Qur’ān revealed in Madinah. It relates to the phenomena of hypocrisy and false pretences which were unheard of among the Muslim community in Makkah.
Namun tidak perlu menolak pernyataan bahwa surah tersebut termasuk surah Makkiyah-Madaniyah, karena mungkin saja empat ayat terakhir diturunkan di Madinah dan digabungkan dengan tiga ayat pertama atas dasar kesamaan tema. Setelah itu, mari kita telaah sekarang surah tersebut dan temanya.
But there is no need to reject the assertion that the sūrah is a Makkan-Madinan one, because it is possible that the last four verses were revealed in Madinah and integrated with the first three on the grounds of similarity of subject matter. Having said that, let us now consider the sūrah and its theme.
Keyakinan dan Praktik Surah yang terdiri dari tujuh ayat pendek ini membahas suatu persoalan penting dan mendasar, yang dapat sangat mengubah makna yang biasa dilekatkan pada istilah 'iman', atau īmān, dan 'kufur', atau kufr. Selain itu, surah ini menampilkan kebenaran fundamental yang melekat pada hakikat agama Islam, manfaat besar yang ditawarkannya kepada seluruh umat manusia, serta berkah melimpah yang dianugerahkan Tuhan kepada umat manusia ketika Dia mengutus risalah-Nya yang terakhir.
Belief and Practice This sūrah of seven short verses tackles an important and vital issue which could very well change the common meanings normally assigned to the terms ‘faith’, or īmān, and ‘disbelief’, or kufr. Moreover, it brings out the fundamental truth intrinsic in the nature of the Islamic faith, the enormous benefit it offers to all humanity and the abundant blessings with which God favoured mankind when He sent them His last message.