Al-Maidah (Hidangan)
Al-Maidah (The Repast)
Pendahuluan
Prologue
Al-Qur'an diturunkan dari langit kepada Muhammad ﷺ, utusan Tuhan, agar dengannya beliau ﷺ dapat mendirikan sebuah negara, membentuk sebuah umat, menata masyarakat, membina akal dan hati nurani, serta menetapkan nilai-nilai moral. Al-Qur'an juga bertujuan menetapkan ikatan-ikatan yang berlaku dalam komunitas Muslim, sekaligus mendefinisikan hubungan internasional yang mungkin dimiliki negara Muslim. Semua ini dimaksudkan untuk dipadukan dengan kokoh, sehingga seluruh bagiannya membentuk satu kesatuan yang koheren, berasal dari satu sumber dan merujuk pada satu otoritas. Inilah, pada hakikatnya, watak agama sebagaimana ditetapkan oleh Tuhan dan dijalankan oleh kaum Muslimin pada masa ketika mereka benar-benar menjadi Muslim sejati.
The Qur’ān was bestowed from on high to Muĥammad, God’s Messenger, so that he might, by means of it, establish a state, bring a community into being, organise a society, cultivate minds and consciences and set moral values. The Qur’ān was also to set the bonds that would operate within the Muslim community, as also define the international relations the Muslim state might have. All these were to be firmly joined together, so that all their parts would form one coherent whole, stemming from a single source and referring to a single authority. This is, in fact, the nature of religion, as defined by God and practised by Muslims in the days when they were indeed truly Muslims.